Kualitas Udara Rumah Tangga Kukar: 41,2 Persen Pengukuran Melebihi Baku Mutu

Data Pengukuran Kualitas Udara Dari Dinkes Kukar (Dok. Dinkes Kukar)
Data Pengukuran Kualitas Udara Dari Dinkes Kukar (Dok. Dinkes Kukar)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM.COM: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat kualitas udara di sejumlah rumah tangga masih perlu mendapat perhatian. Dari hasil pengukuran periode 4–6 September 2026, sebanyak 41,2 persen hasil pengukuran tercatat melebihi baku mutu.

Pengukuran dilakukan terhadap 298 rumah tangga yang tersebar di 30 wilayah puskesmas di Kabupaten Kukar. Dari total 2.384 hasil pengukuran, sebanyak 1.401 hasil atau 58,8 persen memenuhi baku mutu, sedangkan 983 hasil atau 41,2 persen melebihi baku mutu.

Read More
banner 300x250

Pengukuran tersebut mengacu pada Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, dengan parameter utama PM2,5 dan PM10, baik pada media udara dalam rumah maupun udara ambien.

Berdasarkan parameter, PM2,5 pada udara dalam rumah menjadi salah satu indikator dengan tingkat kepatuhan terendah, yakni hanya 40,7 persen. Artinya, sebagian besar hasil pengukuran PM2,5 di dalam rumah belum memenuhi baku mutu yang ditetapkan.

Sementara itu, tingkat kepatuhan PM10 di dalam rumah mencapai 58,1 persen.

Untuk udara luar atau ambien, tingkat kepatuhan PM2,5 mencapai 80,2 persen, menjadi parameter dengan tingkat kepatuhan tertinggi. Sedangkan PM10 di udara ambien berada pada 57 persen.

Jika kedua parameter digabungkan, tingkat kepatuhan PM2,5 dan PM10 pada udara dalam rumah mencapai 49,4 persen, sementara pada udara luar mencapai 68,6 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan pihaknya berperan dari sisi kesehatan masyarakat, sementara pengukuran kualitas udara dilakukan oleh instansi teknis terkait.

“Kalau melihat kualitas udara, kami tidak bisa mengukur, karena yang mengukur teman-teman,” ujar Ismi Rabu (16/9/2026).

Hasil pengukuran tersebut menunjukkan bahwa persoalan kualitas udara tidak hanya berkaitan dengan kondisi udara di luar rumah. Partikulat PM2,5 dan PM10 di dalam rumah juga menjadi perhatian, terutama karena tingkat kepatuhan PM2,5 indoor tercatat paling rendah.

Dinkes Kukar merekomendasikan pengendalian sumber pencemar di dalam rumah, seperti asap rokok, aktivitas memasak, pembakaran serta memastikan ventilasi rumah berfungsi dengan baik. Selain itu, pemantauan kualitas udara secara berkala dan peningkatan edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting.

Dari 30 puskesmas yang menjadi lokasi pengukuran, 12 puskesmas atau 40 persen tercatat memiliki tingkat kepatuhan di bawah 50 persen berdasarkan keseluruhan parameter yang diukur.

Sementara itu, Camat Tenggarong Seberang Sukono mengatakan bahwa kualitas udara di wilayahnya saat ini semakin buruk. Masyarakat dihimbau agar tetap berhati-hati jika melakukan aktivitas di luar ruangan dan tetap memakai masker, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Harapannya semoga kualitas udara ini bisa kembali normal, dan wilayah Kukar khususnya Tenggarong Seberang diberikan hujan,” tutupnya.(ahk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *