KUKAR, LINGKARKALTIM: Persiapan cabang olahraga taekwondo Kutai Kartanegara (Kukar) menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 masih dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) latihan.
Pelatih Taekwondo Kukar, Aditya Maulana, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih memanfaatkan sejumlah peralatan yang digunakan pada Porprov sebelumnya. Belum adanya penambahan maupun pengadaan sarpras baru menjadi salah satu kendala dalam menunjang program latihan atlet.
“Kalau dari sarana dan prasarana tentu sangat kurang. Kami masih menggunakan sarpras Porprov sebelumnya. Jadi memang belum ada penambahan ataupun pengadaan sarpras untuk Porprov tahun ini,” kata Aditya.
Menurutnya, sejumlah peralatan latihan menjadi kebutuhan yang cukup mendesak, terutama perlengkapan yang digunakan atlet selama menjalani program latihan rutin.
Peralatan seperti target, cone, hingga perlengkapan pendukung lainnya dinilai penting untuk menunjang proses latihan agar berjalan maksimal.
“Sarpras yang paling utama karena sangat mendukung program latihan supaya berjalan maksimal. Itu berkaitan dengan alat-alat latihan seperti target, cone, dan peralatan lain yang digunakan selama proses latihan,” jelasnya.
Selain peralatan, kondisi matras latihan juga menjadi perhatian. Matras yang digunakan saat ini merupakan pengadaan sebelumnya dan mulai mengalami penurunan kondisi sehingga perlu mendapat perhatian.
Aditya menyebutkan, kebutuhan tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) maupun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar. Namun, keterbatasan kondisi keuangan daerah membuat tidak seluruh usulan dapat direalisasikan.
“Kami sudah mengusulkan ke Dispora maupun KONI. Memang karena kondisi finansial sangat terbatas, beberapa usulan belum bisa dipenuhi pemerintah daerah,” ujarnya.
Di sisi lain, Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kukar, Rita Agustina, memastikan dukungan terhadap persiapan atlet menuju Porprov Kaltim 2026 tetap berjalan.
Rita mengatakan sejumlah kebutuhan persiapan kontingen telah diakomodasi Dispora Kukar. Untuk taekwondo, proses pengadaan peralatan juga telah masuk tahap persiapan dan tinggal menyesuaikan sejumlah kebutuhan teknis.
“Untuk sementara ini aman-aman saja untuk kegiatan latihan persiapan Porprov. Beberapa kebutuhan sudah kami fasilitasi,” kata Rita.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil ekspos kebutuhan, pengadaan peralatan taekwondo telah masuk dalam proses. Saat ini, pihaknya masih menunggu kelengkapan tautan atau link pengadaan dari pihak terkait sebelum proses pembelian dilakukan melalui mekanisme yang berlaku.
“Taekwondo sebenarnya sudah mau diproses untuk pengadaan peralatan. Tinggal menunggu dan menyesuaikan link-nya. Persiapannya sudah masuk tahap purchasing,” jelasnya.
Rita menambahkan, terdapat sejumlah perlengkapan taekwondo yang bersifat khusus dan kemungkinan harus menyesuaikan spesifikasi tertentu, termasuk perlengkapan pertandingan yang berasal dari luar negeri.
Meski demikian, Dispora Kukar memastikan dukungan sarpras untuk taekwondo tetap diupayakan agar dapat terealisasi sebelum pelaksanaan Porprov Kaltim 2026.
“Insyaallah tahun ini sebelum pelaksanaan sudah bisa direalisasikan,” pungkasnya.(ahk)










