KUKAR, LINGKARKALTIM: Sejumlah warga Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara mengeluhkan sering terjadi pemadaman listrik.
Hal ini membuat sejumlah alat elektronik milik masyarakat mengalami kerusakan dan aktivitas masyarakat terhambat.
Salah seorang warga Tenggarong Ahmad Roni mengaku, pemadaman listrik ini telah terjadi sejak 1 bulan terakhir. Sehingga sejumlah elektronik di rumah mengalami kerusakan seperti kulkas hingga TV.
“Pemadaman listrik yang sering terjadi ini membuat masyarakat mengalami kerugian, pasalnya elektronik yang rusak itu jika diperbaiki harganya sama dengan membeli elektronik baru,” kata Ahmad Roni saat dihubungi Lingkarkaltim, Kamis (22/10/2026).
Pihaknya juga tak menyayangkan pihak terkait atau PLN tak ada pemberitahuan terlebih dahulu, terhadap pemadaman listrik.
“Jika ada pemberitahuan, pastinya kita mengamankan barang elektronik agar tidak terjadi kerusakan,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh pedagang pasar Mangkurawang Endang. Ia menyebutkan, mati listrik ini sangat menyulitkan aktivitas berdagang maupun rumah tangga.
Pasalnya, listrik itu digunakan untuk mengoperasikan pompa air di sungai. Sehingga jika listrik mati, maka air juga ikut tak mengalir.
“Kami berharap, pemadaman listrik ini tak terjadi lagi. Sehingga aktivitas berdagang bisa berjalan dengan baik,” harapnya.
Menanggapi hal itu, Kepala ULP PLN Tenggarong Dwi Haryadi menjelaskan, turut prihatin atas dampak dari pemadaman listrik ini. Adapun kendala terjadinya pemadaman listrik ini karena adanya gangguan kerusakan mesin pada First Person View (FPV).
“Masih dilakukan proses perbaikan, mesin tersebut dikelola oleh swasta,” jelas Dwi Haryadi.
Dalam hal ini, pihaknya telah mendorong untuk dapat segera menyelesaikan perbaikan FPV tersebut. Pemadaman ini terjadi bukan hanya di Kukar saja, tapi berdampak pada PLN se Kalimantan.
“Kami telah memastikan, pemadaman listrik bukan kekurangan bahan baku yaitu batu bara, tapi karena adanya kerusakan mesin,” pungkasnya. (Riz)










