SAMARINDA, LINGKARKALTIM: Keberlanjutan dan ketepatan sasaran program unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) Gratispol, selalu menjadi sorotan tajam di tengah gelombang kritik publik. Menanggapi desakan evaluasi total atas skema bantuan sosial dan pendidikan gratis tersebut, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menegaskan kewenangan perubahan kebijakan ada di tangan pihaknya, namun penerapannya tidak bisa dilakukan secara sepihak.
Di hadapan barisan penuntut kebijakan, Rudy Mas’ud merespons secara terbuka terkait arah masa depan program Gratispol. Pihaknya memberikan opsi tegas antara melakukan perbaikan substansial secara bersama-sama atau menghentikan alokasi program tersebut pada tahun anggaran mendatang jika dinilai tidak lagi dibutuhkan warga.
“Gratispol kewenangannya ada di sini, kita putuskan bersama-sama. Penginnya diapakan? Dihapuskan? Dicabut? Kalau setuju buat surat tanda tangan di sini, saya cabut tahun depan. Tapi kalau pengin dievaluasi dan diperbaiki, sampaikan apa poin yang diinginkan,” tegas Rudy Mas’ud, Rabu (21/10/2026).
Rudy Mas’ud membeberkan proses pembenahan dan pengawasan program Gratispol sebenarnya terus berjalan secara berlapis dengan melibatkan lembaga audit hingga aparat penegak hukum (APH). Pengawasan ketat ini diterapkan agar penyaluran anggaran tidak melanggar regulasi keuangan negara.
“Ini prosesnya kami tidak sendiri. Ada DPRD, BPK, BPKP, Kejaksaan, Kepolisian, hingga Kemendagri karena ini semuanya dievaluasi secara berkala. Jika ada bagian yang perlu diperbaiki, kajian teknis itu yang harus disusun bersama dinas-dinas terkait,” paparnya.
Rudy Mas’ud menambahkan, guna memastikan masukan publik dan mahasiswa dapat dieksekusi secara teknis, Pemprov Kaltim telah menyiagakan jajaran kepala dinas terkait hingga Biro Kesra untuk membedah poin-poin krusial yang dianggap melenceng di lapangan.
“Semua kepala dinas hadir untuk mencatat dan menindaklanjuti. Kita ingin setiap masukan dihitung berdasarkan kajian rasional agar program pelayanan masyarakat benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata,” pungkas Rudy Mas’ud. (dev)










