KUKAR, LINGKARKALTIM: TK Anggrek Hitam yang berlokasi di Jalan Long Bangun, Kelurahan Maluhu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menerapkan program pembelajaran bertema “Aku dan Kamu”. Program ini bertujuan mengenalkan bagian tubuh pribadi kepada anak sekaligus mengajarkan batasan interaksi dengan orang lain sejak dini.
Guru pendidik TK Anggrek Hitam, Sholikhah, yang mewakili Kepala TK Anggrek Hitam Abdul Muchid Nawawi, mengatakan materi tersebut menekankan pemahaman mengenai bagian tubuh yang bersifat pribadi serta pentingnya menjaga diri dari sentuhan yang tidak pantas.
“Kami memberikan pengajaran ini untuk membantu anak memahami bagian tubuh yang perlu dijaga dan tidak boleh disentuh orang lain sembarangan,” ujar Sholikhah saat ditemui Lingkarkaltim.com di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026).
Dalam proses pembelajaran, pihak sekolah menggunakan sejumlah alat peraga, seperti boneka ibu hamil, boneka anak perempuan, dan boneka anak laki-laki. Media tersebut dimanfaatkan untuk membantu anak memahami materi sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Kami mengajarkan kepada anak-anak menggunakan boneka peraga yang tersedia di sekolah,” jelasnya.
Menurut Sholikhah, sebagian siswa juga telah mendapatkan pemahaman mengenai perlindungan diri dari orang tua di rumah. Karena itu, pihak sekolah berupaya memperkuat edukasi tersebut melalui pembelajaran yang diberikan di lingkungan sekolah.
Selain mengenalkan privasi tubuh, sekolah juga mengajarkan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Salah satunya, membiasakan anak membersihkan diri setelah buang air besar atau kecil dengan tetap memperhatikan kebutuhan pendampingan dan pengawasan sesuai usia anak.
Pihak sekolah turut memberikan pemahaman mengenai penggunaan kamar mandi berdasarkan jenis kelamin serta pentingnya menjaga privasi ketika berada di dalamnya.
Sholikhah berharap program tersebut dapat membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak sekaligus meningkatkan pemahaman siswa dalam menjaga diri.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara sekolah dan orang tua agar edukasi mengenai privasi tubuh dan perlindungan diri dapat diterapkan secara konsisten, baik di sekolah maupun di rumah.
“Kami berharap anak-anak semakin memahami cara menjaga diri dari berbagai bentuk kekerasan. Untuk itu, pihak sekolah terus berkolaborasi dengan orang tua,” pungkasnya.(ahk/*far)










