Kasus ISPA di Kukar Capai 5.976 Oktober 2026

Kepala Dinkes Kukar Ismi Muffidah.(Achmad/Lingkarkaltim)
Kepala Dinkes Kukar Ismi Muffidah.(Achmad/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM : Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kukar mencapai 5.976 per Oktober 2026 .

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Ismi Muffidah, di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026).

Read More
banner 300x250

“Kasus ISPA pada Oktober 2026 ini masih rendah daripada September 2026 mencapai sekitar 10 ribu jiwa dan Agustus mencapai sekitar 9 ribu. Dalam sehari fasilitas kesehatan melayani masyarakat yang terkonfirmasi ISPA bisa mencapai sekitar 300 jiwa,” katanya.

Ia menegaskan, masyarakat yang terkonfirmasi penyakit ISPA ialah sekitar usia 18-59 tahun. Usia tersebut merupakan usia produktif dan rentan terhadap penyakit gangguan pernapasan.

“36 persen penyakit ISPA ini merupakan usia 18-59 tahun,” tegasnya.

Adapun 10 Puskesmas tertinggi dalam melayani penyakit ISPA diantaranya, Puskesmas Rapak Mahang mencapai sekitar 1.812 jiwa. Loa Ipuh mencapai sekitar 1.809 jiwa. Samboja mencapai sekitar 1.365 jiwa.

Kemudian, Loa Duri mencapai sekitar 1.332 jiwa, Loa Janan mencapai sekitar 1.323 jiwa, Sebulu II mencapai sekitar 1.262 jiwa, Sanga-Sanga mencapai sekitar 1.259 jiwa, Muara Jawa sekitar  1.114 jiwa. Loa Kulu dan Separi III sekitar 1.048 jiwa.

“Penyakit ISPA ini menjadi perhatian serius, terlebih kondisi udara di Kukar mengalami kabut asap,” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker.

Dirinya berharap, kondisi udara di Kukae segera membaik dan tak ada masyarakat yang terkonfirmasi ISPA.

Sementara itu Kepala Puskesmas Loa Ipuh Maryati Yunani menyebutkan, faskes ini mengalami lonjakan sejak Juni-September 2026, dalam sehari kumjungan pasien yang berobat terhadap gangguan pernapasan bisa mencapai 20-30 orang.

“Sebelumnya hanya sedikit saja dibawah 20 orang. Memang kondisi saat ini mempengaruhi gangguan pernapasan,” Sebut Maryati Yunani.

Pihaknya telah memprediksi bakal meningkat kunjungan pasien terhadap gangguan pernapasan. Mengingat kondisi cuaca dengan panas ekstrim dan sering terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Kami juga sudah mengimbau kepada seluruh pasien yang berobat di faskes ini, untuk menggunakan maskes dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” ucapnya.

Dalam hal ini, pihaknya juga secara rutin berkoordinasi dengan sejumlah pihak baik pemerintah kecamatan, pemerintah daerah dan lainnya. (Riz)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *