Kualitas Udara Tenggarong Tak Sehat, Puskesmas Mangkurawang Imbau Warga Pakai Masker

Flayer Pemberitahuan dari Puskesmas Mangkurawang (Dok.  Puskesmas Mangkurawang)
Flayer Pemberitahuan dari Puskesmas Mangkurawang (Dok.  Puskesmas Mangkurawang)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Kualitas udara di wilayah Tenggarong mulai mengkhawatirkan. Hasil pemeriksaan kualitas udara di wilayah kerja UPTD Puskesmas Mangkurawang pada Senin (12/10/2026) pukul 08.00 WITA menunjukkan kadar partikel debu PM2.5 mencapai 99 µg/m³ dan PM10 sebesar 176 µg/m³. Kedua parameter tersebut masuk kategori tidak sehat.

Kondisi ini mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas fisik di luar rumah menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan debu dan asap.

Read More
banner 300x250

Kepala UPTD Puskesmas Mangkurawang, dr. Ary Hendratno, mengimbau masyarakat agar menggunakan masker ketika harus keluar rumah serta mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak.

“Kalau keluar rumah, kami mengimbau masyarakat menggunakan masker. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dibatasi, terutama olahraga berat yang tidak terlalu mendesak,” ujarnya.

Menurut Ary, kegiatan belajar mengajar di dalam kelas masih memungkinkan selama kondisi lingkungan tetap mendukung. Namun, masyarakat diminta terus memperhatikan perkembangan kualitas udara dan kondisi jarak pandang.

Jika kondisi memburuk hingga jarak pandang sangat terbatas, langkah antisipasi dapat dilakukan, termasuk menunda kegiatan tertentu. Pengalaman sebelumnya menunjukkan kegiatan sekolah maupun pelayanan masyarakat di luar ruangan dapat ditunda sementara ketika kabut asap semakin pekat.

Puskesmas Mangkurawang juga terus memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat. Ary menyebutkan, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai di tengah penurunan kualitas udara.

Meski demikian, ia belum menyampaikan angka pasti kasus ISPA yang tercatat di wilayah kerjanya. Data lebih lanjut masih perlu diperiksa untuk memastikan perkembangan jumlah kasus.

“ISPA menjadi salah satu yang paling banyak kami temukan. Kondisi udara seperti ini juga dapat memperburuk keluhan pada orang yang memiliki riwayat asma,” jelasnya.

Selain menggunakan masker, masyarakat dianjurkan memperbanyak minum air putih, menjaga daya tahan tubuh, mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, tenggorokan kering, atau gangguan pernapasan.

Puskesmas Mangkurawang juga telah menyiapkan obat-obatan dan pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Sementara itu, Lurah Baru, Bayu Ramanda Bani Nugraha, mengatakan kualitas udara di Tenggarong saat ini kurang sehat, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap menggunakan masker saat keluar rumah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan,” ujarnya.

Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah rumah tangga karena dapat menambah pencemaran udara. Warga diharapkan mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dan menerapkan langkah pencegahan agar tetap terlindungi selama kondisi udara belum membaik. (ahk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *