KUKAR, LINGKARKALTIM: Panggung olahraga nasional tidak hanya milik atlet dari sekolah umum. Dari lingkungan sekolah luar biasa (SLB), sejumlah siswa Kutai Kartanegara (Kukar) kini bersiap menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional.
Sejumlah atlet dari SLB Negeri Tenggarong akan ambil bagian dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026 di Jakarta dan Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Mereka akan bertanding di sejumlah cabang olahraga, mulai catur, atletik, bulu tangkis, hingga renang.
Keikutsertaan tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan untuk berprestasi terbuka bagi siapa saja. Dengan latihan, keberanian, dan dukungan lingkungan, para siswa berkebutuhan khusus mampu bersaing dan membawa nama daerah ke tingkat nasional.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, memberikan dukungan kepada para atlet yang berlaga di Jakarta dan Kupang.
Ali mengatakan, kondisi dan keterbatasan yang dimiliki para atlet tidak seharusnya menjadi penghalang untuk mengejar prestasi. Justru melalui olahraga, mereka memiliki ruang untuk menunjukkan potensi sekaligus membangun kepercayaan diri.
“Jangan pernah merasa keterbatasan menjadi penghalang. Terus berjuang, percaya diri, dan berikan kemampuan terbaik,” pesan Ali Kamis (8/10/2026).
Dari SLB Negeri Tenggarong, Aura Safitri akan bertanding pada cabang catur tunanetra dengan pendamping Rahmat Mauludi. Kemudian Nayra Azzahra mengikuti nomor lompat jauh tunarungu dengan pendamping Ghina Azizah Fakhriyah.
Nur Aditya juga akan berlaga pada nomor lari tunagrahita dengan pendamping Ningsih. Sementara Erni Sulistyaningsih dipercaya sebagai manajer kontingen Kalimantan Timur untuk O2SN.
Pada Pesonas II 2026, M. Saiful Aufar Ramayudha turun di cabang bulu tangkis, Leon Kristian mengikuti nomor lari Down Syndrome, M. Nur Aditya kembali bertanding pada nomor lari tunagrahita, dan Fabrian Aditya tampil pada cabang renang tunagrahita.
Para atlet tersebut didampingi masing-masing Ghina Azizah Fakhriyah, Rahmat Mauludi, Ningsih, serta M. Adiyaksa Putra. Erni Sulistyaningsih kembali dipercaya sebagai manajer.
Humas SLB Negeri Tenggarong, Muhammad Ardinanda, mengatakan keikutsertaan para siswa dalam dua ajang tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mereka.
Menurutnya, kompetisi nasional bukan hanya tentang mengejar medali, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mengembangkan potensi, membangun mental bertanding, dan mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan atlet dari berbagai daerah.
“Selamat bertanding. Semoga bisa memberikan hasil terbaik,” ujarnya.
Dukungan pemerintah daerah dan sekolah diharapkan menjadi modal tambahan bagi para atlet untuk tampil percaya diri. Sebab, di balik setiap pertandingan, ada perjuangan panjang para siswa untuk membuktikan bahwa prestasi tidak mengenal batas. (ahk)










