5 Hektare Lahan Terbakar di Tanjung Benanga, Api Sulit Dijinakkan

Proses Pemadaman Karhutla Wilayah Desa Kota Bangun Ulu (Dok. Polsek Kota Bangun)
Proses Pemadaman Karhutla Wilayah Desa Kota Bangun Ulu (Dok. Polsek Kota Bangun)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Api mengamuk di kawasan Wisata Tanjung Benanga, Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar). Sekitar 5 hektare semak belukar, pepohonan, dan vegetasi kering dilalap api, Rabu (7/10/2026).

Kobaran api cepat menjalar di tengah kondisi lahan yang kering. Upaya pemadaman pun tidak berjalan mudah karena sejumlah titik berada di kawasan rawa dan jauh dari akses jalan.

Read More
banner 300x250

Polsek Kota Bangun bersama Satgas Karhutla langsung mengerahkan personel ke lokasi.

Polisi, TNI, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), Regu Pemadam Kebakaran Desa (Redkar), serta warga bahu-membahu memutus penjalaran api.

Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan mengatakan, medan menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau seluruh titik sehingga petugas harus menyisir kawasan secara manual dan menarik selang menuju sumber api.

“Sebagian titik berada di lahan rawa dan sulit dijangkau kendaraan pemadam,” kata Asnan.

Petugas tidak hanya mengejar kobaran api, tetapi juga memburu bara dan kepulan asap yang masih muncul di antara vegetasi kering. Setelah api berhasil dikendalikan, pendinginan dilakukan untuk mencegah bara kembali menyala.

Penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 WITA. Sejumlah titik yang dapat dijangkau berhasil dikendalikan, sementara pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya api susulan.

Sementara itu, Kepala Desa Kota Bangun Ulu Khairul Umam mengatakan, kebakaran di kawasan tersebut menjadi perhatian karena lokasinya berada di wilayah yang berbatasan dengan beberapa desa.

“Lokasinya jauh dari jalan. Ada titik yang berada di tengah hutan sehingga tidak bisa dijangkau kendaraan. Kami menggunakan peralatan yang ada untuk melakukan pemadaman,” ujarnya.

Menurut Khairul, pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan relawan dari Kota Bangun Darat, Kota Bangun Ulu, serta wilayah sekitar. Masing-masing desa ikut melakukan penjagaan untuk mencegah api merembet ke permukiman.

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Dugaan apakah api berasal dari aktivitas pembukaan lahan atau faktor lainnya masih menunggu hasil penelusuran di lapangan.

“Belum bisa dipastikan apakah pembukaan lahan atau faktor lain. Kami masih proses,” katanya.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Unit Reskrim Polsek Kota Bangun masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran.

Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan titik api agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.

Api berhasil dikendalikan, tetapi ancaman belum sepenuhnya berakhir. Kondisi lahan yang kering dan medan yang sulit dijangkau membuat kewaspadaan tetap menjadi kunci untuk mencegah kebakaran kembali meluas. (ahk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *