Aksi Bersih Sungai Segah, DLHK Berau Tekankan Pentingnya Menjaga Sumber Kehidupan dan Ekonomi

aksi bersih Sungai Segah, Kamis (8/10/2026).(Nadzriel)
aksi bersih Sungai Segah, Kamis (8/10/2026).(Nadzriel)
banner 468x60

BERAU, LINGKARKALTIM: Elemen gabungan yang terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, anggota TNI/Polri, pelajar, mahasiswa, pencita alam, komunitas lingkungan, melakukan aksi bersih Sungai Segah, Kamis (8/10/2026).

Digelarnya Aksi Bersih Sungai Segah dilakukan dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional 2026, dan menjadi momentum untuk kembali mengingatkan masyarakat tentang pentingnya keberadaan sungai bagi kehidupan sehari-hari.

Read More
banner 300x250

Sungai Segah bukan sekadar aliran air. Di balik alirannya, terdapat aktivitas pertanian dan perikanan. Sungai juga menjadi bagian dari jalur mobilitas yang mendukung kegiatan ekonomi daerah. Dengan kata lain, keberadaan dan kelestarian sungai memiliki kaitan langsung dengan kehidupan masyarakat Berau.

Kepala DLHK Berau Zulkifli Azhari menilai aksi bersih sungai tidak boleh berhenti sebagai kegiatan tahunan yang selesai setelah sampah diangkut.

Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat.

“Ini bukan hanya seremonial, tapi membangun rasa bahwa kebersihan sungai adalah bagian dari gaya hidup kita. Karena sungai adalah keberlangsungan hidup dari ekosistem dalam lingkungan kita,” ujar Zulkifli.

Bagi Zulkifli, persoalan sungai tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengerahkan banyak orang untuk membersihkan sampah dalam satu hari. Aksi gotong royong memang penting. Namun, jika setelah kegiatan selesai masyarakat kembali membuang sampah sembarangan, persoalan yang sama akan kembali muncul.

Karena itu, momentum Hari Sungai Nasional diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran yang lebih panjang: menjadikan kebersihan sungai sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat. Kesadaran tersebut tidak hanya ditujukan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar sungai, tetapi juga seluruh pihak yang aktivitasnya berkaitan dengan keberadaan sungai.

Mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, pelajar, hingga masyarakat umum memiliki peran dalam menjaga kelestarian Sungai Segah.

Zulkifli menegaskan, sungai memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat Berau. Sektor pertanian dan perikanan merupakan contoh aktivitas yang berkaitan erat dengan keberadaan sumber daya air.

Di sisi lain, aktivitas industri dan mobilitas hasil produksi juga membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi perairan.

“Di Kabupaten Berau, sungai adalah salah satu sumber penggerak ekonomi. Ada pertanian, ada perikanan. Dan juga mengalirnya hasil tambang-tambang batu bara yang menjadi pendukung ekonomi di Kabupaten Berau,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan menjaga sungai tidak semata-mata berkaitan dengan lingkungan.

Ketika kualitas dan fungsi sungai terganggu, dampaknya dapat merembet ke berbagai aktivitas masyarakat yang selama ini bergantung pada keberadaan sungai. Karena itu, menjaga sungai pada dasarnya juga berarti menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Selama ini, sungai kerap dipandang dari sisi manfaat praktisnya. Digunakan untuk transportasi, dimanfaatkan untuk aktivitas ekonomi, atau menjadi sumber air bagi berbagai kebutuhan. Namun, menurut Zulkifli, cara pandang tersebut perlu diubah. Sungai bukan hanya sarana yang dapat dimanfaatkan manusia, melainkan bagian dari ekosistem yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan.

“Jadi kita bukan hanya melihat sungai sebagai sarana, tapi sungai adalah sumber kehidupan untuk manusia dan lingkungan,” pungkasnya. Karena itu, DLHK Berau mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku industri untuk tidak hanya hadir ketika kegiatan bersih sungai digelar. Yang dibutuhkan adalah kepedulian yang berlangsung setiap hari.

Sebab, menjaga Sungai Segah tidak cukup dengan satu hari gotong royong. Dibutuhkan kebiasaan untuk tidak membuang sampah ke sungai, menjaga bantaran, mengurangi pencemaran, serta memastikan aktivitas manusia tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan. (riel)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *