Kawasan Danau Aji Hingga Danau Lipan Zona Merah, Pemkab Kukar Bakal Pasang Hydrant

Asisten I Ahmad Taufik Hidayat meninjau lokasi kebakaran di Danau Aji Gang Wakaf 2, Selasa (6/10/2026) (Rizki/Lingkarkaltim)
Asisten I Ahmad Taufik Hidayat meninjau lokasi kebakaran di Danau Aji Gang Wakaf 2, Selasa (6/10/2026) (Rizki/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Kawasan Jalan Danau Aji, Jalan Alimudin dan Jalan Danau Lipan Kecamatan Tenggarong merupakan zona merah atau rawan kebakaran. Hal itu berdasarkan pemetaan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar.

Sehingga kawasan tersebut menjadi perhatuan serius oleh pemerintah daerah, untuk dilakukan penanganan atau antisipasi peristiwa kebakaran.

Read More
banner 300x250

Asisten I Setkab Kukar Ahmad Taufik Hidayat mengatakan, kawasan Danau Aji ini harus ditambah sumber airnya, mengingat kawasan ini padat penduduk dan sangat minim sumber air.

“Nanti kita usulkan penambahan sumber air atau hydrant di kawasan Danau Aji, tak hanya di sini, tapi di kawasan lainnya yang padat penduduk juga,” kata Ahmad Taufik Hidayat saat meninjau lokasi kebakaran, di Jalan Danau Aji, Selasa (6/10/2026).

Selain itu, penambahan unit pemadam kebakaran juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pihaknya akan berkoordinasi dengan OPD terkait, terhadap kebutuhan unit pemadam kebakaran.

“Untuk penambahan unit pemadam kebakaran, kita melihat dan menyesuaikan anggarannya,” ucapnya.

Dalam hal ini, pihaknya juga mendorong masyarakat setempat membentuk relawan pemadam kebakaran (Redkar), untuk membantu proses pemadaman jika terjadi peristiwa kebakaran.

“Setiap RT harusnya memiliki relawan, ini bagian dari upaya membantu proses pemadaman dini ketika terjadi peristiwa kebakaran,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar Fida Hurasani menjelaskan, kawasan Jalan Danau Aji, Jalan Alimudin dan Jalan Danau Lipan ini merupakan zona merah. Kawasan ini tak memiliki atau jauh dari sumber air.

“Sehingga harus dilakukan pemasangan hydrant. Tapi, kami tak bisa berjalan sendiri yang berkaitan dengan hydrant di kawasan permukiman,” jelas Fida Hurasani.

Pemasangan hydrant ini melibatkan sejumlah OPD terkait baik itu Disperkim, Dinas PU, Perumda Tirta Mahakam dan lainnya.

“Kami menginginkan pemasangan hydrant kering ini masuk ke permukiman dan menempatkan tandon dengan kapasitas 5 ribu liter di setiap RT,” pungkasnya. (riz)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *