Dulu Banjir dan Longsor, Kini Kukar Dikepung ‘El Nino Godzilla’ dan Karhutla

Karhulta di Kecamatan Muara Badak, Desa Tanjung Limau, Minggu 12 Juli 2026. (Doc. BPBD Kukar)
Karhulta di Kecamatan Muara Badak, Desa Tanjung Limau, Minggu 12 Juli 2026. (Doc. BPBD Kukar)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Peta kerawanan bencana di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Jika sepanjang tahun 2025 lalu wilayah ini didominasi oleh bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan pohon tumbang, kini di pertengahan tahun 2026, Kukar justru bersiap menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat cuaca ekstrem.

Berdasarkan data rekapitulasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, sepanjang tahun 2025 tercatat ada total 77 kejadian bencana. Angka tersebut didominasi oleh kejadian tanah longsor dan pohon tumbang yang masing-masing menyentuh angka 14 kasus, disusul bencana banjir sebanyak 13 kejadian.

Read More
banner 300x250

Sementara itu, dalam rekapitulasi berkala lainnya, dari total 26 kejadian yang tercatat, kasus pohon tumbang juga menjadi yang paling mencolok dengan 8 kejadian.

Kasi Kedaruratan BPBD Kukar, Syaiful Muhammady, membenarkan intensitas hujan yang tinggi pada tahun lalu menjadi pemicu utama rentetan bencana tersebut.

“Tahun lalu karhutla tergolong sedikit karena intensitas kemaraunya rendah. Cuaca justru didominasi musim hujan dan banjir, sehingga memicu banyak kejadian tanah longsor seperti kasus yang marak terjadi di Loa Janan,” kata Syaiful saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).

Namun, kondisi ini berbanding terbalik dengan apa yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah kawasan seperti Kecamatan Sanga Sanga, Muara Kaman, Loa Kulu mulai dilaporkan mengalami kejadian karhutla secara berturut-turut seiring masuknya musim kemarau.

Syaiful mengungkapkan, fenomena anomali cuaca yang terjadi saat ini merupakan varian baru yang lebih agresif. Kondisi di lapangan diperparah oleh aktivitas pembukaan lahan serta kelalaian manusia.

“​El Nino Godzilla ini lebih ekstrem dibanding sebelumnya. Pemicu utama karhutla saat ini adalah pembukaan lahan secara sengaja dan kelalaian warga membuang puntung rokok di area rawan kekeringan.”

Untuk menekan risiko tersebut, BPBD Kukar kini gencar melakukan sosialisasi dan edukasi langsung ke masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. BPBD juga berencana menggelar pertemuan dalam waktu dekat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk membahas perkembangan cuaca terkini.

Langkah antisipasi ini sebenarnya sudah diinstruksikan jauh-jauh hari oleh jajaran pemkab. Sebelumnya, Pemkab Kukar melalui Sekretaris Daerah Sunggono telah menerbitkan surat peringatan dini hidrometeorologi sejak awal tahun.

Tak hanya itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri juga secara resmi mengeluarkan Surat Edaran Nomor: B-781/BPBD/300.2.1/04/2026 terkait kesiapsiagaan menghadapi fenomena El Nino Godzilla.

Lewat edaran tersebut, Bupati menginstruksikan seluruh camat, lurah, kades, hingga elemen relawan dan TNI/Polri untuk memperketat patroli di titik rawan (hotspot) serta mengampanyekan pembukaan lahan tanpa bakar.

Masyarakat juga diminta aktif melaporkan temuan titik api sekecil apa pun demi menghindari kebakaran yang meluas. Jika melihat indikasi karhutla atau mengalami krisis air bersih, warga Kukar bisa langsung menghubungi pusat kendali operasi BPBD via nomor 081210105693. (Dil)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *