KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah pusat terkait penyediaan makanan bergizi gratis.
Program nasional tersebut dinilai menjadi peluang besar untuk memperkuat industri pangan daerah, terutama dari sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat.
Plt. Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah mengatakan, kebijakan makanan bergizi gratis akan menciptakan kebutuhan pasokan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan.
Menurutnya, kondisi ini bisa menjadi motor penggerak bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas jaringan pemasaran.
“Disperindag Kukar tentu mendukung program ini, karena selain untuk pemenuhan gizi masyarakat, juga membuka peluang besar bagi tumbuhnya industri pangan lokal. Mulai dari pertanian, perikanan hingga peternakan bisa mendapatkan manfaat langsung,” jelas Sayid Fathullah pada Lingkarkaltim, di Tenggarong, Minggu (30/11/2025).
Ia menuturkan, pemerintah daerah akan mengambil peran strategis dalam memastikan ketersediaan bahan baku serta memperkuat rantai pasok industri olahan.
Disperindag juga menyiapkan langkah-langkah pendampingan untuk pelaku UMKM dan industri kecil menengah (IKM) agar mampu memenuhi standar kualitas yang ditetapkan pemerintah pusat.
Program makanan bergizi gratis hanya akan berjalan optimal apabila daerah mampu menyediakan suplai pangan yang stabil, aman, dan bermutu.
Oleh karena itu, Disperindag akan meningkatkan koordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan untuk memastikan kesiapan sektor hulu.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Kita ingin memastikan bahwa produk pangan dari Kukar dapat berkontribusi dan menjadi bagian dari rantai pasok nasional. Ini sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani, nelayan, dan peternak kita,” tegasnya.
Selain memperkuat produksi, Disperindag Kukar juga akan mendorong pelaku industri pangan untuk memanfaatkan teknologi pengolahan dan packaging agar produk mereka lebih tahan lama dan memiliki nilai tambah. Hal ini dinilai penting agar pelaku usaha lokal tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan yang kompetitif.
Ia menambahkan bahwa Kukar memiliki potensi pangan yang sangat besar dan beragam, sehingga peluang untuk ikut berperan dalam program nasional tersebut sangat terbuka. Komoditas seperti beras, ikan air tawar, ayam, telur, serta produk olahan rempah bisa dikembangkan lebih jauh untuk memenuhi kebutuhan program gizi gratis.
“Program ini harus menjadi momentum kebangkitan industri pangan di Kukar. Kita ingin pelaku usaha lokal mendapatkan ruang lebih luas untuk berkembang, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat memperkuat ekosistem pangan lokal sehingga Kukar mampu memanfaatkan peluang besar dari kebijakan nasional tersebut. Dengan dukungan penuh Disperindag, Sayid optimistis sektor pangan Kukar semakin tumbuh dan berdaya saing. (Adv/kik)










