Program KKI Berjalan dengan Baik

Plt. Kepala Diskop-UKM Kukar Thaufiq Zulfian Noor. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Plt. Kepala Diskop-UKM Kukar Thaufiq Zulfian Noor. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Program Kredit Kukar Idaman (KKI) kembali menjadi salah satu instrumen utama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor, menyebut program pembiayaan tanpa bunga dan tanpa agunan itu menunjukkan performa yang sangat positif.

Read More
banner 300x250

“Program KKI terserap sangat baik dengan nilai NPL yang sangat rendah. Kredit macetnya hampir tidak ada. Ini sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM,” kata dia saat diwawancarai awak media, Jumat (14/11/2025)

Ia menjelaskan bahwa Pemkab Kukar saat ini tengah mempersiapkan penguatan skema baru melalui KKI Terbaik atau Kukar Idaman Terbaik.

Program tersebut merupakan pengembangan dari KKI sebelumnya dengan nilai plafon pendanaan yang lebih besar.

“Ini dilanjutkan lagi oleh Bapak Bupati. KKI Terbaik plafon pendanaannya lebih besar, tapi regulasinya masih disusun. Ini menjadi peluang bagi pelaku UMKM, dan kemungkinan juga koperasi, tergantung aturannya nanti,” kata Thaufiq.

Meskipun regulasi final belum diterbitkan, dia menegaskan bahwa program tetap berjalan dan menjadi prioritas Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Di tengah proses penyusunan regulasi KKI Terbaik, capaian penyaluran kredit KKI selama tahun berjalan justru menunjukkan tren positif.

“Tahun ini terus meningkat. Ke depan plafonnya ditingkatkan, tapi regulasinya sedang kita susun,” tegasnya.

Thaufiq menyebut bahwa kenaikan permohonan dan penyaluran kredit menunjukkan tingginya minat pelaku UMKM terhadap pembiayaan yang mudah dan tidak memberatkan itu.

Pihaknya optimistis target untuk 10 ribu pinjaman UMKM bisa tercapai. Ia menilai angka tersebut realistis dicapai, dengan catatan prosesnya disesuaikan dengan kapasitas penyaluran perbankan sebagai operator pelaksana.

“Ada penyertaan modal. Modalnya dikelola perbankan, mereka yang lebih tahu bagaimana kemampuan penyaluran. Kalau plafonnya kurang, pemerintah bisa tambahkan,” tutur dia.

“Insyaallah target 10.000 itu tercapai,” tutup Thaufiq. (ASR/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *