KUKAR, LINGKARKALTIM: Tren regenerasi petani di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan perkembangan positif. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar mencatat sekitar 500 petani muda telah terjun mengelola sektor pertanian di berbagai kecamatan. Kehadiran mereka diharapkan dapat menjadi penggerak utama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, mengatakan bahwa jumlah total petani di Kukar saat ini mencapai sekitar 48 ribu orang. Namun, rata-rata luas lahan garapan para petani masih tergolong kecil, yaitu kurang dari satu hektare per orang. Kondisi ini menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan produktivitas dan mengejar kemandirian pangan.
“Petani muda kita jumlahnya terus bertambah, ini sangat baik untuk keberlanjutan sektor pertanian. Tapi kita juga harus akui, rata-rata lahan yang mereka kelola masih kecil, belum sampai satu hektare. Ini yang perlu kita perkuat,” jelas Taufik pada Selasa (28/10/2025).
Saat ini luas baku sawah di Kukar berada di angka sekitar 13 ribu hektare. Untuk mencapai swasembada pangan, khususnya beras, Kukar idealnya membutuhkan perluasan dan optimalisasi lahan hingga sekitar 30 ribu hektare. Menurut Taufik, langkah strategis yang sedang dilakukan adalah memaksimalkan potensi lahan pertanian di lima kecamatan yang dinilai memiliki peluang pengembangan lebih besar.
Optimalisasi tersebut akan dilakukan melalui peningkatan pola tanam, pembinaan kelompok tani, penggunaan teknologi pertanian modern, serta pendampingan penyuluh pertanian. Distanak juga menyiapkan skema dukungan bagi petani muda, termasuk akses pelatihan dan bantuan kegiatan usaha tani.
“Kita ingin petani muda menjadi motor penggerak pertanian Kukar. Mereka punya semangat, kreatif, dan terbuka pada inovasi. Tinggal bagaimana pemerintah hadir memberi ruang dan fasilitas agar mereka bisa berkembang,” tambahnya.
Taufik menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian bukan hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga keberlanjutan generasi yang mengelolanya. Oleh karena itu, program regenerasi petani akan terus menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan pangan di Kukar. (WAN/ADV)










