KUKAR, LINGKARKALTIM: Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri menegaskan pentingnya proses kaderisasi dan pembinaan berkelanjutan dalam mencetak generasi baru qari dan qariah berprestasi.
Ia mengatakan bahwa pelaksanaan MTQ setiap tahun bukan semata ajang mencari juara, tetapi merupakan bagian dari proses panjang untuk melahirkan bibit-bibit unggul yang akan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kita memastikan dari proses MTQ ini akan lahir bibit-bibit unggul. Karena ketika para peserta berlatih dan berkompetisi dengan sungguh-sungguh, insyaallah hasilnya tidak akan mengkhianati proses,” ujar dia saat pembukaan MTQ Tingkat Kabupaten Kukar ke-46, Jumat (24/10/2025).
Ia menyebut, kaderisasi sangat penting mengingat banyak qari dan qariah asal Kukar yang sudah menembus ajang nasional bahkan internasional, sehingga tidak lagi bisa mewakili daerah di tingkat provinsi.
“Kami sempat berdiskusi dengan Pak Edi Damansyah dan Pak Sekda selaku Ketua LPTQ. Anak-anak kita banyak yang sudah juara di tingkat nasional, bahkan internasional seperti Jumarlin (Juara 2 MTQ Internasional di Kroasia). Tapi karena sudah di level itu, mereka tidak bisa lagi mewakili Kukar di provinsi. Maka kita harus menyiapkan kader-kader baru,” terang Aulia.
Menurut dia, kondisi tersebut justru menjadi tantangan sekaligus peluang bagi LPTQ dan pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pembinaan di tingkat kecamatan hingga desa.
Ia menekankan bahwa Kukar harus terus mencetak qari dan qariah muda yang siap melanjutkan tradisi juara yang telah melekat selama ini.
“Inilah PT kita bersama,” katanya
Aulia berpesan kepada para peserta agar menjadikan ajang MTQ ini bukan semata perlombaan, tetapi juga kesempatan untuk memperluas wawasan dan menjalin persaudaraan antar-kafilah.
“Jangan hanya melihat MTQ ini sebagai ajang kompetisi. Rivalitas hanya ada di arena lomba. Di luar itu, jadikan sesama peserta sebagai sahabat untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman,” pesan dia.
Selain itu, ia juga memberikan penekanan kepada seluruh camat se-Kukar agar turut mengawal dan memotivasi kafilah dari wilayahnya masing-masing.
Dia berharap para camat tidak hanya hadir saat pembukaan, tetapi juga memantau langsung perkembangan dan hasil pembinaan selama lomba berlangsung.
“Saya minta kepada para camat, jangan hanya mengantar saat pembukaan. Kawal kafilahnya, beri semangat dan motivasi. Pastikan pembinaan yang dilakukan di kecamatan bisa tampil maksimal di panggung MTQ,” tutup Aulia. (ASR/ADV)










