Disdikbud Kukar Dorong Regenerasi Pelestarian Tari Topeng Panembe sebagai Warisan Budaya Takbenda

Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar
Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara terus mendorong upaya pelestarian Tari Topeng Panembe, setelah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Penetapan ini menjadi momentum penting untuk memastikan keberlanjutan tradisi tari klasik khas Kutai tersebut di tengah generasi muda.

Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar, menjelaskan bahwa pengakuan WBTB bukanlah akhir dari proses pelestarian, melainkan awal dari tanggung jawab bersama untuk menjaga eksistensinya.

Read More
banner 300x250

“Harapan kami, Tari Topeng Panembe ini terus berlanjut ke generasi berikutnya. Ketika sudah ditetapkan sebagai WBTB, otomatis pemerintah daerah wajib melakukan pembinaan agar tradisi ini tidak berhenti di satu generasi saja,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).

Menurut Saidar, pembinaan tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan melalui program pendidikan dan kegiatan kebudayaan yang melibatkan sekolah dan komunitas seni. Ia menegaskan pentingnya peran Disdikbud Kukar dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini.

“Kami ingin memastikan bahwa pelestarian budaya tidak hanya dilakukan oleh komunitas seni, tetapi juga masuk ke lingkungan pendidikan. Dengan begitu, peserta didik dapat mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri,” jelasnya.

Sebagai perbandingan, Saidar mencontohkan keberhasilan pelestarian Tradisi Tarsul, yang kini sudah diajarkan dan dipraktikkan oleh pelajar di berbagai jenjang sekolah.

“Tarsul ini sudah banyak dilestarikan, bukan hanya oleh komunitas, tapi juga oleh siswa dari tingkat SD sampai SMP. Mereka membacakan Tarsul di setiap kegiatan budaya. Nah, hal seperti inilah yang ingin kami dorong juga terhadap Tari Topeng Panembe,” tambahnya.

Melalui pendekatan serupa, Disdikbud Kukar berharap Tari Topeng Panembe dapat menjadi bagian dari identitas budaya yang hidup dan berkembang di masyarakat.

Selain itu, pelestarian ini juga diharapkan mampu memperkuat karakter dan kebanggaan generasi muda terhadap warisan leluhur Kutai.

“Tetap kita dorong agar Tari Topeng Panembe tidak hanya dikenal sebagai peninggalan masa lalu, tapi juga sebagai ekspresi budaya yang terus diwariskan,” pungkas Saidar. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *