Bupati Kukar Lantik Pokja Bunda PAUD, Dorong Penguatan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

Foto Bersama Usai Pelantikan Pokja Bunda Paud 2025-2030
Foto Bersama Usai Pelantikan Pokja Bunda Paud 2025-2030
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri secara resmi melantik Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD 2025-2030 pada Senin (15/9/2025). Kehadiran Pokja ini diharapkan mampu memperkuat peran Bunda PAUD dalam mendampingi sekaligus mengawal kualitas pendidikan anak usia dini di Kukar.

Aulia menjelaskan bahwa Pokja Bunda PAUD memiliki tugas utama membantu Bunda PAUD dalam melaksanakan fungsi koordinasi, supervisi, evaluasi, hingga advokasi program.

Read More
banner 300x250

“Dengan adanya Pokja ini, Bunda PAUD akan lebih mudah bekerja sama dengan dinas dan instansi terkait dalam merumuskan model pendidikan anak usia dini yang tepat untuk anak-anak kita di Kukar,” jelasnya.

Aulia juga menyoroti pentingnya membangun karakter sejak dini, bukan hanya fokus pada pencapaian akademik semata. Menurutnya, pendidikan usia dini harus lebih menekankan pada pembentukan kecerdasan emosional dan moral.

“Kadang kita puas ketika anak mendapat nilai bagus, tapi jarang bertanya apakah mereka sudah belajar antre, berbagi dengan teman, atau membantu orang lain. Nilai karakter seperti ini yang harus ditanamkan sejak dini,” tegasnya.

Bupati menambahkan, salah satu tantangan besar dalam pendidikan anak usia dini adalah pola asuh yang kurang tepat. Ia mencontohkan masih banyak orang tua yang menenangkan anak dengan memberikan gawai, tanpa mengetahui dampak konten yang ditonton. “Ini hal sederhana tapi keliru, dan kita harus luruskan bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aulia menekankan bahwa keberadaan Pokja Bunda PAUD akan menjadi katalisator yang mempertemukan peran orang tua, sekolah, dan pemerintah dalam menghadirkan pendidikan anak usia dini yang ideal. “Pokja ini ibarat jembatan yang mempercepat interaksi antara orang tua dan sekolah. Sehingga anak-anak mendapat pengasuhan dan pendidikan yang sesuai kebutuhan tumbuh kembang mereka,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pendidikan anak usia 1–3 tahun harus lebih difokuskan pada kecerdasan emosional, motorik, dan ikatan emosional dengan orang tua, sebelum nantinya masuk ke tahap kecerdasan intelektual pada usia di atas 4 tahun. Selain itu, Aulia berharap pendidikan anak usia dini di Kukar bisa dirancang dengan memperhatikan kearifan lokal.

“Kukar kaya akan adat dan budaya. Kita ingin anak-anak usia dini tumbuh dengan karakter kuat yang mencerminkan identitas daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Pujianto, menambahkan bahwa Pokja Bunda PAUD akan menjadi motor penggerak sinergi antarinstansi.

“Harapannya, dengan melibatkan banyak organisasi perangkat daerah, penanganan dan pengembangan anak usia dini bisa lebih komprehensif. Semua aspek kebutuhan anak dapat terpenuhi secara layak,” ujarnya.

Dengan terbentuknya Pokja Bunda PAUD, Pemkab Kukar optimistis upaya membangun generasi emas yang sehat, cerdas, dan berkarakter akan lebih terarah. (WAN/ADV)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *