KUKAR, LINGKARKALTIM: Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan capaian positif dalam sektor pertanian. Rata-rata produktivitas padi sawah di Kukar kini menembus angka 4,1–4,4 ton per hektare, lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Muhammad Taufik, menyebut capaian ini sebagai bukti bahwa lahan pertanian di Kukar masih memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.
“Dari hasil ubinan yang kami pantau, ada hamparan sawah yang produksinya mencapai 4,4 ton per hektare. Ini capaian yang bagus, apalagi kondisi air di beberapa lokasi masih cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman,” ujarnya.
Selain padi, sektor hortikultura juga dinilai memiliki prospek yang menjanjikan. Menurut Taufik, petani di sejumlah kecamatan sudah mulai mengembangkan komoditas hortikultura secara intensif untuk meningkatkan pendapatan.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya perbaikan kualitas data usaha tani. Data akurat, mulai dari kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan), sarana produksi, hingga catatan panen, sangat dibutuhkan untuk memudahkan pemerintah dalam menyalurkan program dan bantuan.
“Kalau datanya lengkap, pemerintah lebih mudah melakukan intervensi. Bantuan bisa tepat sasaran, petani juga lebih cepat mendapatkan fasilitas sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mendorong adanya pendampingan yang lebih intensif dari penyuluh pertanian. Menurutnya, penyuluh bersama kelompok tani dapat berperan besar dalam mengedukasi petani agar mampu menerapkan teknologi pertanian modern.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap petani Kukar tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga berdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan global di sektor pertanian.
“Pertanian adalah tulang punggung ketahanan pangan. Kalau petani kita mandiri, maka pangan daerah akan semakin kuat,” pungkas Taufik. (IDN/ADV)










