KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemkab Kukar mulai menjajaki kerja sama dengan Telkom University Bandung sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi digital di daerah.
Salah satu fokus pembahasan dalam penjajakan tersebut adalah penyusunan konsep pelaksanaan program dedikasi internet desa gratis yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Bupati Kukar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto mengatakan kunjungan ke Telkom University dilakukan bersama Bupati untuk membahas sejumlah agenda strategis, termasuk kelanjutan kerja sama di bidang pendidikan.
“Nah, itu kan ada beberapa hal. Pertama, memang menindaklanjuti kerja sama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang mengirim mahasiswa untuk kuliah di sana, kurang lebih 35 orang,” ungkap dia, Jumat (10/7/2026).
Selain mengevaluasi kerja sama pendidikan, kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai pengembangan layanan digital di Kukar.
“Bagaimana nanti implementasi atau kita merealisasikan salah satu program dedikasi, yaitu internet desa gratis. Nah, salah satunya kita minta masukan, minta semacam konsep yang bisa ditawarkan oleh Telkom University, sehingga nanti kita akan jadikan referensi,” kata Arianto.
Dia menyebut bahwa Pemkab Kukar membutuhkan referensi akademis dan teknis agar pelaksanaan program internet desa gratis dapat berjalan efektif serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Oleh karena itu, pihaknya meminta Telkom University menyusun sejumlah alternatif konsep yang dapat dijadikan acuan pemerintah daerah dalam merealisasikan program tersebut.
“Beberapa konsep bagaimana nanti kita merealisasikan program dedikasi internet desa gratis,” ucapnya.
Arianto menerangkan, tujuan utama program internet desa gratis bukan sekadar menyediakan akses internet, tetapi memastikan seluruh masyarakat dapat memanfaatkan layanan digital yang telah dikembangkan Pemkab Kukar.
“Internet desa gratis itu sesuai dengan maksud kita, nanti semua masyarakat itu bisa mengakses, mendapatkan kuota internet atau data internet gratis,” jelas dia.
Ia menilai, digitalisasi pelayanan publik tidak akan berjalan optimal apabila masyarakat masih terkendala biaya untuk mengakses internet.
“Sehingga mereka nanti bisa menggunakan itu untuk mengakses layanan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang sekarang sudah kita optimalisasi berbasis digital. Kalau nanti kita mengoptimalkan pelayanan yang berbasis digital, masyarakat tidak punya kuota internet juga belum optimal. Jadi harus kita menyiapkan sarana pelayanan berbasis digital,” sebut Arianto.
Dia mengatakan, arah kebijakan yang diinginkan Bupati Kukar adalah memastikan seluruh warga dapat menikmati layanan pemerintah secara mudah tanpa terkendala akses internet.
“Jadi kita sampaikan maksud itu, sehingga nanti teman-teman, mudah-mudahan jajaran Telkom University itu bisa memberikan gambaran konsep yang bisa kita gunakan,” pungkasnya. (ASR)










