Distribusi Program Perlengkapan Sekolah Gratis Libatkan Koperasi Sekolah

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Pemkab Kukar memastikan distribusi Program Perlengkapan Sekolah Gratis pada tahun ajaran 2026/2027 tetap melibatkan koperasi sekolah.

Skema ini diterapkan agar penyaluran bantuan kepada peserta didik berjalan lebih efektif sekaligus menghidupkan kembali fungsi koperasi di lingkungan sekolah.

Read More
banner 300x250

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah mengatakan program perlengkapan sekolah gratis merupakan bagian dari Program Kukar Idaman Terbaik yang pembiayaannya disalurkan melalui Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten (BOSKAB).

“Itu yang namanya BOS Seragam yang nanti akan kita distribusikan kepada sekolah-sekolah,” ujar dia, Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, setelah dana disalurkan ke sekolah, proses pendistribusian perlengkapan sekolah kepada peserta didik dilakukan melalui koperasi sekolah yang ada di masing-masing satuan pendidikan.

Pelibatan koperasi sekolah tidak hanya bertujuan mempermudah penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi strategi untuk mengoptimalkan fungsi koperasi sebagai penunjang aktivitas pendidikan.

“Supaya koperasi di sekolah ini bisa terfungsikan, bisa hidup dengan adanya seragam sekolah ini,” jelas Heriansyah.

Dia menegaskan, kepala sekolah memiliki peran penting dalam memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.

Terlebih, para kepala sekolah yang baru dilantik juga mendapat amanat untuk mengawal penyaluran bantuan agar tepat sasaran.

“kepala sekolah yang baru, salah satu amanatnya adalah bagaimana nanti mereka itu menyampaikan yang namanya BOS Seragam kepada anak-anak ini tepat sasaran, tepat waktu yang kita harapkan, kemudian tepat jumlah sesuai dengan alokasi anggaran yang telah kita tetapkan,” tegasnya.

Heriansyah menerangkan, perlengkapan sekolah yang diberikan kepada siswa nantinya disalurkan dalam bentuk barang melalui koperasi sekolah.

“Nanti distribusinya dalam bentuk pakaian ini, maka koperasi sekolah nanti yang mendistribusikan kepada siswa-siswa yang berada di sekolah ini,” kata dia.

Ia mengungkapkan bahwa mekanisme tersebut bukan hal baru. Program ini telah diterapkan pada tahun sebelumnya dan akan terus disempurnakan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan di lapangan.

“Program ini sudah berjalan tahun lalu. Tinggal kita evaluasi kelemahan-kelemahannya aja,” pungkas Heriansyah. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *