Hewan Kurban yang Disebar di Kukar Sudah Lolos Pemeriksaan Dokter Hewan

Sapi kurban yang sudah dipasangi label sehat. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Sapi kurban yang sudah dipasangi label sehat. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Hewan-hewan kurban yang sudah disebar di seluruh wilayah Kabupaten Kukar sudah lolos pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan di Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak Kukar).

Bupati Kukar, dr Aulia Rahman Basri memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di wilayah Kukar dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan saat Iduladha.

Read More
banner 300x250

“Kita sudah memastikan bahwa hewan kurban yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara itu sehat dan secara standar itu terpenuhi standar secara kesehatan kehewanannya,” ucap dia, Senin (25/5/2026).

Dalam proses pemeriksaan, setiap hewan kurban yang telah dinyatakan sehat diberikan tanda khusus sebagai bukti telah lolos pemeriksaan kesehatan oleh petugas berwenang.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh oleh tenaga dokter hewan yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan ternak, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitas hewan kurban yang dibeli.

“Nah tadi kita sudah menempelkan tanda bahwa hewan tersebut sehat dan seluruh hewan kurban yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara sudah dicek oleh teman-teman dari Dinas Pertanian dan Peternakan oleh dokter hewan yang memiliki kompetensi untuk memastikan bahwa hewan ini sehat,” tegas Aulia

Dia menegaskan, pengawasan terhadap hewan kurban menjadi perhatian serius pemerintah daerah setiap menjelang Iduladha.

Selain memastikan kesehatan hewan, pihaknya juga ingin mencegah penyebaran penyakit hewan menular serta menjamin kualitas daging yang akan dikonsumsi masyarakat.

Oleh karenanya, ia mengimbau para pedagang hewan kurban untuk tetap menjaga kebersihan kandang, memastikan hewan mendapatkan pakan yang baik, serta segera melaporkan apabila ditemukan tanda-tanda gangguan kesehatan pada ternak.

“Ya mudah-mudahan dengan upaya seperti ini kita lebih memastikan lagi bahwa warga masyarakat itu bisa mengkonsumsi hewan kurban yang baik, yang aman, yang sudah dinyatakan kesehatannya oleh pihak yang berwenang,” tuturnya.

Sementara itu, Dokter Hewan Distanak Kukar, drh. Gunawan Nanang mengatakan pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan melalui dua tahapan, yakni pemeriksaan antemortem sebelum penyembelihan dan pemeriksaan postmortem setelah hewan dipotong.

Ia menjelaskan, pemeriksaan antemortem dilakukan untuk memastikan kondisi fisik hewan benar-benar sehat sebelum disembelih.

Dalam pemeriksaan antemortem, pihaknya mengecek berbagai indikator kesehatan sapi, mulai dari kondisi mata, hidung, mulut, hingga cara berjalan hewan ternak.

Dia mengungkapkan, sapi yang sehat umumnya memiliki mata cerah dan tidak berair, hidung tidak berlendir, mulut tidak mengeluarkan liur berlebihan, serta mampu berjalan normal tanpa pincang.

“Jadi matanya tidak berairan, cerah, kemudian hidungnya tidak berlendir, kemudian mulutnya juga tidak berlendir, tidak berliuran. Terus kemudian jalannya tidak pincang dan lain sebagainya,” jelasnya.

Ia memastikan seluruh sapi yang telah diperiksa dalam kondisi sehat dan layak dijadikan hewan kurban.

“Nah, secara antemortem sebelum disembelih, ya seperti inilah sapi sehat. Jadi ini sapi ini 124 ekor di belakang ini (peternakan Jalan Lais, Kelurahan Timbau, Tenggarong) sehat semua. Sudah saya periksa mulai hari Jumat kemarin,” ungkap dia.

Tidak hanya sebelum penyembelihan, pengawasan kesehatan hewan kurban juga dilakukan setelah hewan dipotong melalui pemeriksaan postmortem yang dilakukan oleh petugas khusus yang disebut caremaster.

Pemeriksaan tersebut difokuskan pada kondisi organ dalam hewan untuk memastikan tidak terdapat penyakit atau kelainan.

“Postmortem itu organ dalam. Jadi hati, jantung, kemudian usus, ginjal, dan lain sebagainya. Nah, itu baru kita lihat ada perubahan atau tidak di daerah itu,” ujarnya.

Hingga saat ini, pihaknya belum menemukan kasus penyakit serius pada hewan kurban yang beredar di masyarakat.

“Kalau laporan yang masuk ke saya cuma enggak mau makan, itu aja. Jadi itu yang belum laku,” pungkas Gunawan. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *