Turnamen Aji Imbut Pickleball Club Tak Gunakan APBD

Para peserta Turnamen Aji Imbut Pickleball Club. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Para peserta Turnamen Aji Imbut Pickleball Club. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Turnamen Aji Imbut Pickleball Club di Kukar berhasil digelar tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kejuaraan yang diikuti oleh ratusan peserta se-Kaltim itu dilaksanakan dari tanggal 14-16 Mei 2026 di lapangan Pickleball Aji Imbut Tenggarong Seberang.

Read More
banner 300x250

Olahraga yang kini tengah digandrungi masyarakat itu sepenuhnya didukung sponsor dan swadaya komunitas olahraga.

Ketua Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kukar, Ahmad Yani mengatakan keberhasilan penyelenggaraan turnamen tersebut menunjukkan bahwa olahraga dapat berkembang melalui kolaborasi komunitas, dunia usaha, dan sponsor tanpa selalu bergantung pada anggaran pemerintah.

Ia menilai, pickleball merupakan olahraga yang relatif murah dan mudah dimainkan sehingga cepat diminati masyarakat dari berbagai kalangan.

“Olahraga ini paling diminati dan paling dicintai oleh masyarakat. Tidak perlu biaya mahal sebenarnya. Karena kalau ada lapangan ya sudah cukup, ada paddle, ada bola sudah bisa main tanpa harus menggunakan biaya besar,” ucap dia.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap pickleball membuat banyak pihak tertarik ikut mendukung pelaksanaan turnamen dan pengembangan olahraga tersebut di Kukar.

Ia mengapresiasi dukungan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar yang dinilai aktif membantu pengembangan pickleball melalui klub dan pembinaan atlet.

“Kami sangat berterima kasih kepada support daripada Kepala Dispora Pak Ali karena memang timnya melalui klubnya itu bisa membuat pertandingan sebesar ini,” tutur Yani.

Turnamen tersebut diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah di Kaltim.

Selain dari Kukar, peserta juga datang dari Balikpapan, Samarinda, Bontang, Penajam Paser Utara hingga Sangatta.

Menurut dia, antusiasme peserta menjadi bukti bahwa pickleball memiliki potensi besar berkembang menjadi olahraga populer di Kaltim.

Ia menyebut, tingginya animo masyarakat juga membuka peluang besar bagi dunia usaha untuk ikut terlibat mendukung olahraga daerah melalui sponsorship dan pembinaan atlet.

Yani mengatakan, selama ini banyak perusahaan yang belum memiliki ruang kontribusi terhadap pengembangan olahraga lokal.  Melalui turnamen seperti ini, dukungan tersebut mulai terlihat nyata.

“Banyak sponsor, banyak perusahaan, banyak dunia usaha yang kira-kira ingin masuk. Dan kita harap memang semua dunia usaha itu bisa berkontribusi dalam rangka meningkatkan olahraga di Kutai Kartanegara, terkhusus Pickle Ball,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Aji Imbut Pickleball Club, Rita Agustina membenarkan bahwa pelaksanaan kegiatan tidak menggunakan dana APBD.

Seluruh pembiayaan turnamen berasal dari sponsor yang mendukung pelaksanaan kegiatan secara mandiri.

Ia mengatakan panitia sejak awal memang berupaya membangun kemandirian kegiatan olahraga melalui dukungan sponsor dan kolaborasi berbagai pihak.

Sejumlah sponsor yang mendukung turnamen tersebut di antaranya Bankaltimtara, Maber Bersama, CV Nurjanah, PT Bayan, Perusda, hingga Kopi Kho.

“Alhamdulillah memang banyak sponsor-sponsor yang sudah membantu dalam pelaksanaan kegiatan kejuaraan Turnamen Aji Imbut Pickle Ball,” kata dia.

Ia menjelaskan selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga diarahkan sebagai wadah silaturahmi antar komunitas pickleball sekaligus sarana mencari bibit atlet muda berbakat.

“Targetnya sebenarnya slogannya easy and fun ya, jadi memang tujuan kami mengadakan turnamen ini untuk mencari atlet-atlet muda berbakat dan ini sekaligus juga ajang silaturahmi antara klub yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya,” pungkas Rita. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *