Bupati Kukar Pastikan Efisiensi Tak Goyahkan Pendidikan

Puncak peringatan Hardiknas di Kantor Bupati Kukar. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Puncak peringatan Hardiknas di Kantor Bupati Kukar. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri memastikan bahwa sektor pendidikan tidak akan tergoyahkan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah berlangsung.

Ia berkomitmen untuk tetap menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama, demi menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.

Read More
banner 300x250

“Sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam program Kukar Idaman Terbaik. Ini bagian dari transformasi dari ekonomi ekstraktif ke non-ekstraktif, yang kuncinya ada pada peningkatan kualitas SDM,” ucap dia, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan, arah pembangunan Kukar ke depan tidak lagi semata bergantung pada sektor sumber daya alam, melainkan beralih ke penguatan kapasitas manusia.

Oleh karena itu, investasi di bidang pendidikan disebut sebagai langkah strategis yang tidak bisa ditawar, bahkan di tengah tekanan efisiensi anggaran.

Dalam implementasinya, Pemkab Kukar telah menyiapkan lima strategi utama untuk memperkuat sektor pendidikan.

Pertama, memastikan kualitas, kuantitas, serta kesejahteraan guru sebagai pilar utama pendidikan.

“Tanpa guru yang baik, tidak mungkin melahirkan generasi unggul,” jelas Aulia.

Kedua, pemerintah daerah fokus pada pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, mulai dari ruang kelas hingga fasilitas penunjang lainnya, guna menciptakan lingkungan belajar yang layak dan nyaman.

Ketiga, memastikan validitas data pendidikan agar setiap kebijakan yang diambil berbasis pada kondisi riil di lapangan.

Keempat, peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan.

Kelima, pemenuhan perlengkapan sekolah bagi siswa guna menghilangkan hambatan belajar, termasuk mencegah potensi perundungan akibat keterbatasan fasilitas.

“Melalui strategi ini, kami berharap angka putus sekolah dapat ditekan dan kualitas pendidikan semakin meningkat,” tuturnya.

Sebagai bentuk konkret komitmen tersebut, Pemkab Kukar mengalokasikan anggaran pendidikan sekitar 23 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Ini bentuk komitmen kami,” tegas dia.

Selain penguatan di tingkat dasar dan menengah, pemerintah daerah juga terus memperluas akses pendidikan tinggi melalui program Beasiswa Kukar Idaman.

“Tahun ini, penerima beasiswa mencapai sekitar 7.200 orang. Kami pastikan tidak ada pengurangan dari tahun sebelumnya,” terang Aulia.

Dengan berbagai langkah tersebut, dia optimistis dapat menciptakan generasi yang lebih kompetitif dan siap menghadapi tantangan masa depan, sekaligus mendorong transformasi ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun anak di Kutai Kartanegara yang tertinggal dalam mengakses pendidikan hanya karena keterbatasan, karena pendidikan adalah kunci masa depan daerah,” pungkasnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *