Penjualan Beberapa Pedagang Stabil di 3 Bulan TAS Diresmikan

Penampakan jualan para pedagang di Pasar Tangga Arung Square. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Penampakan jualan para pedagang di Pasar Tangga Arung Square. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Tiga bulan pasca diresmikannya Pasar Tangga Arung Square (TAS), sejumlah pedagang mulai merasakan stabilitas penjualan, meskipun masih diwarnai fluktuasi jumlah pengunjung.

Salah satu pedagang sepatu dan sandal, Vina mengungkapkan bahwa tren penjualan pada awal pembukaan TAS menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Read More
banner 300x250

“Di awal-awal buka memang meningkat. Dari bulan pertama terus naik, apalagi pas bulan puasa cukup ramai,” kata dia, Sabtu (11/4/2026).

Namun, memasuki bulan setelah Lebaran, ia merasakan adanya sedikit penurunan omzet dibandingkan periode sebelumnya.

Meski demikian, kondisi tersebut masih tergolong stabil jika dibandingkan dengan masa sebelumnya saat berjualan di lokasi sementara.

“Bulan ini agak menurun sedikit, tapi masih cukup stabil,” ujar Vina.

Dia juga menceritakan perjalanan usahanya yang telah berlangsung cukup lama.

Setelah relokasi dari pasar lama, mereka sempat berpindah ke beberapa titik, seperti Gunung Gandek dan Lapangan Pemuda. Di lokasi sementara tersebut, kondisi penjualan cenderung tidak menentu.

“Dulu sempat di Lapangan Pemuda, bahkan pernah dua sampai tiga hari tidak dapat pembeli sama sekali,” ungkapnya.

Menurutnya, dibandingkan kondisi saat ini di TAS, jumlah pengunjung sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sebelum pembongkaran pasar lama. Namun, stabilitas penjualan kini dirasa lebih baik.

Terkait isu yang sempat berkembang, seperti bentrokan di kawasan TAS, Vina mengaku tidak merasakan dampak signifikan terhadap aktivitas penjualan.

“Sekarang cukup ramai, apalagi sejak parkir gratis, banyak yang datang jalan-jalan ke sini,” ucap dia.

Sementara itu, pedagang pakaian, Fauzi juga menyampaikan hal serupa. Ia menilai kondisi penjualan saat ini jauh lebih baik dibandingkan saat berjualan di lokasi relokasi sebelumnya.

“Sekarang sudah cukup ramai dibandingkan waktu di Lapangan Pemuda yang cenderung sepi,” tutur dia.

Ia menjelaskan bahwa setelah pembongkaran Pasar Tangga Arung lama, para pedagang sempat tersebar di berbagai lokasi, termasuk di pinggir jalan. Hal tersebut membuat konsentrasi pembeli terpecah dan berdampak pada penjualan.

“Dulu sempat terpencar, ada yang di lapangan, ada juga yang sewa di pinggir jalan,” sebut Fauzi.

Dia menilai, kondisi di TAS saat ini lebih menguntungkan, terutama karena lokasi lapak yang ditempatinya cukup strategis.

Namun, ia mengakui tidak semua pedagang merasakan hal yang sama, mengingat penempatan lapak dilakukan melalui sistem undian.

“Ada yang dapat tempat bagus, ada juga yang kurang strategis,” bebernya.

Fauzi berharap TAS semakin maju mengingat banyak yang menggantungkan ekonominya di pasar semi modern ini.

Hal tersebut, lanjut dia, juga didukung dengan tarif retribusi yang terjangkau bagi para pedagang.

“Harapannya jangan terlalu mahal supaya pedagang bisa bertahan,” tutupnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *