KUKAR, LINGKARKALTIM: Aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Tangga Arung Square (TAS) perlahan kembali menggeliat pasca Lebaran.
Salah satu pedagang warung makan Lamongan di TAS, Takrip mengungkapkan bahwa sejak mulai berjualan di lokasi tersebut pada Januari 2026, kondisi penjualan tergolong cukup baik.
“Saya mulai jualan sekitar Januari di TAS, awal-awal lumayan ramai,” ungkap dia, Sabtu (11/4/2026).
Namun, saat memasuki bulan Ramadan, ia sempat merasakan penurunan jumlah pembeli, khususnya pada awal puasa.
Hal ini dipengaruhi keberadaan pasar Ramadan di area bawah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat saat itu.
“Tapi sekitar 15 hari ke atas mulai ramai lagi sampai Lebaran,” ujar Takrip.
Setelah sempat libur selama dua hari usai Lebaran, Takrib kembali membuka lapaknya dan mendapati kondisi penjualan yang masih cukup menjanjikan.
Bahkan hingga saat ini, aktivitas jual beli mereka masih berjalan cukup baik, meski tidak selalu stabil.
“Setelah Lebaran libur dua hari, lalu jualan lagi masih cukup ramai sampai sekarang,” katanya.
Takrib bukan pedagang baru di Tenggarong. Ia telah memulai usahanya sejak sekitar tahun 2012 di kawasan pasar lama.
Seiring perubahan dan pembangunan kawasan, dia beberapa kali berpindah lokasi, mulai dari area Jalan Ganesha hingga terminal, sebelum akhirnya menempati lapak di TAS.
“Sebelumnya saya jualan di bawah dekat pasar sejak 2012, lalu pindah-pindah sampai akhirnya dapat tempat di sini,” tutur dia.
Menurutnya, dibandingkan lokasi sebelumnya, berjualan di TAS memberikan peluang yang lebih baik dari sisi penjualan, meskipun kondisi tiap pedagang bisa berbeda.
“Kalau dibandingkan dengan tempat sebelumnya, di sini lebih baik. Penjualan juga ada peningkatan, walaupun tiap pedagang mungkin beda-beda,” sebut Takrip.
Dia menyebut bahwa menu yang dijual saat ini juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya ia menjajakan tahu campur, kini ia mulai beralih ke menu mie ayam untuk menyesuaikan dengan minat pasar.
“Kalau mie ayam ini baru-baru saja. Sebelumnya saya jual tahu campur,” tambahnya.
Terkait isu yang sempat beredar mengenai kondisi TAS, Takrib mengaku tidak mengetahui secara pasti.
Namun, ia merasakan adanya penurunan jumlah pengunjung pada waktu tertentu, meskipun tidak berlangsung lama.
“Memang sempat terasa pengunjung agak berkurang. Sekarang juga kadang naik turun, tidak menentu,” jelas dia.
Meski demikian, secara keseluruhan ia menilai kondisi penjualan masih relatif stabil dan cukup untuk menunjang usahanya sehari-hari. (ASR)










