BPBD Kukar Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Anomali Cuaca dan Potensi Bencana

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kukar, Edy Haryadi. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kukar, Edy Haryadi. (Lingkar Kaltim/M. As'ari)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah berada pada kondisi siaga penuh dalam menghadapi potensi bencana yang dipicu anomali cuaca ekstrem.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kukar, Edy Haryadi menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa bulan terakhir bukan sekadar fenomena lokal.

Read More
banner 300x250

Para pakar dari BMKG hingga BRIN telah menyampaikan bahwa Indonesia tengah berada dalam fase anomali iklim yang berdampak pada pola hujan, angin, hingga pembentukan siklon di wilayah laut.

“Pakar-pakar dari BMKG dan BRIN sudah sampaikan, kita sedang menghadapi anomali. Imbasnya bisa terasa di Kukar, terutama dari ekor siklon. Dan ini yang kadang kita tidak mengerti, ekornya ini kuat, sedang, atau lemah,” jelas dia, Rabu (10/12/2025).

BMKG sebelumnya merilis peringatan waspada untuk Kaltim hingga Februari bahkan awal Maret 2025. Bagi BPBD Kukar, peringatan ini langsung diterjemahkan dalam bentuk peningkatan kewaspadaan berbasis periode bulanan.

“Ada peringatan sampai Februari atau awal Maret. Jadi kita siaga bulanan. Yang paling berpengaruh adalah intensitas hujan dan kekuatan angin. Itu yang harus diwaspadai,” tegas Edy.

Dia mengatakan walaupun Kukar tidak terdampak langsung siklon, ekor siklon dapat memicu cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan sistem tekanan yang tidak stabil.

Kekuatan angin yang tak menentu, kata Edy, juga menimbulkan kejadian puting beliung di beberapa lokasi. Terakhir, peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Marangkayu, setelah sebelumnya muncul di Samboja.

“Kadang ada angin yang cukup kuat, kadang terjadi puting beliung. Di Marangkayu kemarin ada satu rumah yang kena. Sebelumnya Samboja. Semua sudah kita bantu,” ungkapnya.

Edy mengungkapkan, setelah satu bulan setelah pelantikan kepala daerah, Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri disebut telah memberikan instruksi khusus kepada BPBD untuk memperkuat kesiapsiagaan lintas sektor.

Koordinasi rutin dilakukan bersama OPD terkait dalam mengevaluasi wilayah rawan bencana.

“Bupati mengkoordinasikan kesiap-siagaan untuk melayani setiap kejadian bencana. Yang tidak bisa kita tolak, itu yang kita mitigasi. Daerah langganan musibah kita perkuat ketahanannya, baik lewat sosialisasi maupun pembangunan,” jelas dia.

Dalam pengamatan BPBD, hujan di Kukar beberapa waktu terakhir tidak berlangsung teratur seperti tahun-tahun sebelumnya. Panas justru lebih dominan, tetapi ketika hujan turun, volume air meningkat drastis.

“Hujannya jadi disela-sela saja, malah banyak panasnya. Ini anomali. Tapi kalau hujan turun, jumlah air yang dibawa bisa besar. Ini yang kita awasi,” ujar Edy.

Dia mengingatkan bahwa tugas BPBD bukan hanya merespons bencana, tetapi juga melakukan pembelajaran kepada masyarakat agar memahami jenis, penyebab, dan cara menghindari risiko bencana.

“Kita ini sebenarnya di penyelamatan dan evakuasi, serta pembelajaran masyarakat untuk memahami apa itu bencana. Ruang lingkup kami di situ,” tutupnya. (ASR)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *