Disperindag Kukar Dorong Pelaku IKM Berinovasi Daur Ulang Sampah Bernilai Ekonomis

Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah (Kiki/Lingkarkaltim)
Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah (Kiki/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), agar lebih inovatif dalam mengembangkan produk, termasuk melalui pemanfaatan bahan daur ulang sampah, yang memiliki nilai ekonomis.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan peluang usaha baru sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengurangi volume sampah di wilayah Kukar.

Read More
banner 300x250

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kukar Sayid Fathullah mengatakan, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga bisa menjadi sumber inspirasi bisnis yang berkelanjutan bagi pelaku IKM.

Menurutnya, banyak jenis sampah, seperti plastik, kertas, dan logam, yang bisa diolah menjadi produk kreatif bernilai jual tinggi.

“Kami mendorong para pelaku IKM untuk melihat potensi ekonomi dari bahan-bahan yang selama ini dianggap limbah. Dengan kreativitas dan inovasi, sampah bisa diubah menjadi produk yang menarik dan memiliki nilai tambah,” kata Sayid Fathullah pada Lingkarkaltim, Rabu (5/11/2025).

Ia mencontohkan, beberapa pelaku IKM di Kukar sudah mulai memanfaatkan limbah plastik untuk membuat kerajinan rumah tangga, tas, hingga aksesori. Produk-produk tersebut bahkan sudah mulai diminati oleh masyarakat lokal dan wisatawan, karena memiliki nilai estetika dan fungsi yang unik.

Sayid menjelaskan, pemerintah daerah akan memberikan pendampingan bagi pelaku IKM yang tertarik untuk mengembangkan usaha berbasis daur ulang.

Bentuk dukungan tersebut mencakup pelatihan kewirausahaan, bimbingan teknis, serta akses terhadap promosi dan pemasaran melalui berbagai event daerah maupun platform digital.

“Kami ingin agar pelaku IKM Kukar tidak hanya fokus pada produksi konvensional, tapi juga berani mencoba hal baru yang ramah lingkungan. Sehingga mereka tidak hanya berkontribusi pada ekonomi daerah, tapi juga pada pelestarian lingkungan,” tambahnya.

Selain itu, Disperindag juga tengah berkoordinasi dengan instansi lain untuk mendorong terbentuknya ekosistem industri daur ulang yang lebih terarah. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi hijau, mulai dari pengumpulan bahan baku hingga pemasaran produk akhir.

Sayid menegaskan, sektor industri kreatif berbasis daur ulang memiliki potensi besar di masa depan, terutama dalam menghadapi tantangan global terkait keberlanjutan lingkungan dan ekonomi sirkular. Pemerintah daerah pun akan terus memberikan ruang bagi pelaku usaha yang ingin berinovasi di bidang ini.

“Kukar memiliki banyak sumber daya manusia kreatif. Kami yakin, jika semangat inovasi ini terus digalakkan, pelaku IKM kita bisa menjadi pelopor dalam industri hijau yang tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga membawa manfaat sosial dan lingkungan,” pungkasnya. (Adv/kik)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *