KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong program peningkatan produktivitas pangan melalui optimasi lahan sawah. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengupayakan peningkatan indeks pertanaman (IP) dari dua kali tanam menjadi tiga kali tanam dalam setahun.
Kepala Distanak Kukar, Muhammad Taufik, menjelaskan bahwa program ini tengah diuji coba di sejumlah lokasi yang didukung anggaran APBN. Menurutnya, meski belum semua lahan bisa langsung mencapai IP3, upaya bertahap terus dilakukan.
“Dari IP2 kita coba dorong menjadi IP3. Walaupun belum bisa menyeluruh, setidaknya di beberapa lokasi sudah mulai berjalan,” ungkap Taufik, Selasa (26/8/2025).
Ia mencontohkan, satu brigade pangan dengan luas 200 hektare, jika dikelola dengan pola IP3, idealnya mampu menghasilkan panen hingga 600 hektare per tahun. Namun, kondisi di lapangan masih bervariasi, karena tidak semua area memiliki ketersediaan air yang sama.
“Kalau misalnya tidak bisa 600 hektare, minimal bisa 400–500 hektare. Artinya ada peningkatan indeks pertanaman, meski belum penuh tiga kali,” jelasnya.
Taufik menambahkan, faktor ketersediaan air masih menjadi tantangan utama. Di beberapa bagian sawah, terutama di pinggir-pinggir area, pasokan air tidak mencukupi untuk mendukung penanaman tiga kali setahun.
Untuk itu, program optimasi lahan tidak hanya menekankan pada perluasan tanam, tetapi juga pada upaya penyediaan dan manajemen air. Infrastruktur pendukung seperti saluran irigasi dan pompanisasi menjadi kunci keberhasilan.
“Optimasi ini bagian dari strategi kita menjaga ketersediaan pangan. Kalau air tersedia, petani bisa menanam lebih dari dua kali setahun, bahkan menuju tiga kali,” tegas Taufik.
Ia menekankan, keberhasilan program IP3 akan memberikan dampak signifikan terhadap produksi beras daerah, sekaligus memperkuat kontribusi Kukar dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Ini kerja bersama. Kami berharap dukungan semua pihak agar program optimasi lahan bisa berjalan maksimal dan memberikan hasil nyata bagi petani,” pungkasnya. (IDN/ADV)










