BERAU, LINGKARKALTIM: Pesona Labuan Cermin sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Berau perlu dijaga agar tetap lestari dan nyaman dikunjungi. Namun, persoalan sampah yang disebut masih berulang menjadi perhatian Wakil Bupati Berau, Gamalis.
Ia menegaskan, menjaga kebersihan kawasan wisata tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan, tetapi membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh pihak, terutama para pengunjung.
“Harapan kami keindahan alam Labuan Cermin , karena merupakan aset wisata yang harus dijaga bersama. Karena itu, wisatawan tidak seharusnya hanya datang untuk menikmati panorama alam, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan lingkungan tetap bersih setelah mereka berkunjung,”ungkapnya kemarin.
Ia menilai, persoalan sampah tidak akan terselesaikan apabila kepedulian terhadap kebersihan hanya dibebankan kepada pengelola atau petugas di lapangan. Kesadaran pengunjung menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelestarian kawasan wisata tersebut.
“Kita melihat ini bukan hanya tugas pengelola kebersihan saja. Ini adalah simbiosis antarberbagai sektor. Yang utama tentu adanya kesadaran dari masyarakat dan pengunjung. Jangan hanya datang berkunjung, tetapi mari sama-sama menjaga kebersihan di situ,” tegas Gamalis.
Gamalis menyayangkan persoalan sampah yang masih berulang akibat rendahnya kepedulian sebagian pengunjung. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan akan sulit berjalan optimal apabila wisatawan belum memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan selama berada di kawasan wisata.
Padahal, kebersihan merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan daya tarik destinasi. Keindahan alam yang dinikmati pengunjung perlu diimbangi perilaku yang bertanggung jawab agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan.
Karena itu, wisatawan diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan dan memanfaatkan fasilitas tempat sampah yang tersedia. Pengunjung juga diharapkan membawa kembali sampahnya apabila fasilitas pembuangan tidak ditemukan. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tanggung jawab menjaga destinasi wisata tidak berhenti ketika pengunjung selesai menikmati keindahan alamnya. Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari kebiasaan setiap orang yang datang berwisata.
Selain menekankan kesadaran wisatawan, Gamalis menyoroti tiga aspek yang perlu diperhatikan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian Labuan Cermin.
Ketiganya meliputi peningkatan kesadaran pengunjung, pengawasan terhadap kondisi alam, serta optimalisasi peran pengelola kebersihan. Menurutnya, ketiga aspek tersebut perlu berjalan beriringan agar penanganan sampah tidak hanya bergantung pada imbauan.
“Bagaimanapun, jika kita datang lalu meninggalkan sampah, masalah itu akan terus ada. Alangkah baiknya para pengunjung ikut membantu. Kedua, pengawasan terhadap kondisi alam di Labuan Cermin harus diperketat. Ketiga, optimalisasi peran pengelola kebersihan, di mana dari dana retribusi masuk itu tentu bisa dimanfaatkan,” jelasnya.
Pernyataan tersebut juga menjadi pengingat pentingnya pengelolaan kebersihan yang didukung sistem pengawasan secara konsisten. Fasilitas yang tersedia perlu diimbangi pengelolaan yang baik agar sampah tidak menjadi persoalan yang terus berulang. Gamalis turut menyinggung pemanfaatan dana retribusi masuk sebagai salah satu aspek yang dapat mendukung pengelolaan kebersihan. Meski demikian, upaya tersebut tetap perlu ditunjang pembagian peran yang jelas antara pengelola, pemerintah kampung, komunitas lokal, dan pihak-pihak terkait.
Di sisi lain, Gamalis menilai komunitas lokal telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga kebersihan Labuan Cermin. Langkah tersebut antara lain melalui sosialisasi kepada pengunjung dan penyediaan fasilitas tempat sampah di kawasan wisata.Upaya komunitas tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran wisatawan. Namun, keberadaan fasilitas dan sosialisasi tetap membutuhkan dukungan perilaku pengunjung serta pengawasan yang berkelanjutan.
Menurut Gamalis, tantangan berikutnya adalah memastikan kesadaran menjaga kebersihan benar-benar diterapkan oleh wisatawan saat berada di lokasi.
“Upaya dari komunitas sendiri sudah maksimal dalam penyuluhan dan penyediaan fasilitas sampah. Kita sudah berupaya maksimal, tinggal bagaimana pengawasan dan kesadaran para pengunjung itu sendiri,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk menjaga kebersihan destinasi wisata. Aparatur kampung, komunitas lokal, pengelola, dan wisatawan memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga lingkungan Labuan Cermin. Persoalan sampah di Labuan Cermin menjadi pengingat bahwa menjaga destinasi wisata tidak cukup hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan atau menyediakan tempat sampah. Kesadaran pengunjung, pengawasan di lapangan, dan pengelolaan kebersihan perlu berjalan beriringan.
Keindahan alam Labuan Cermin merupakan daya tarik yang perlu dipertahankan. Karena itu, setiap pengunjung diharapkan turut menjaga lingkungan dengan tidak meninggalkan sampah, sementara pengelola dan pihak terkait terus memperkuat upaya pemeliharaan kawasan. Dengan keterlibatan seluruh pihak, kebersihan Labuan Cermin diharapkan dapat terus terjaga sehingga keindahan alamnya tetap dapat dinikmati oleh masyarakat dan wisatawan, tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. (Riel/Advetorial)










