NPCI Kukar Siapkan 100 Atlet untuk Peparprov Kaltim 2026

Ketua Pengcab NPCI Kukar Muhammad Bisron (Foto : Hafidz/Lingkarkaltim)
Ketua Pengcab NPCI Kukar Muhammad Bisron (Foto : Hafidz/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan sekitar 100 atlet untuk berlaga pada Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 yang akan digelar di Kabupaten Paser pada 27–30 November 2026.

Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) NPCI Kukar, Muhammad Bisron, mengatakan kontingen Kukar diproyeksikan berjumlah 150 orang, terdiri atas 100 atlet penyandang disabilitas dan 50 ofisial. Persiapan teknis telah dilakukan, sementara para atlet terus menjalani latihan sesuai cabang olahraga masing-masing.

Read More
banner 300x250

“Alhamdulillah, secara teknis kesiapan kita sudah dilakukan. Sekarang tinggal menunggu pelaksanaan. Tadi malam kami baru menerima surat keputusan dari NPCI Provinsi terkait kepastian sembilan cabang olahraga yang akan dipertandingkan,” ujarnya Kamis (22/10/2026).

Sembilan cabang olahraga tersebut meliputi angkat berat, renang, bulutangkis, atletik, boccia, dan panahan, catur, menembak serta tenis meja yang ditetapkan dalam keputusan NPCI Provinsi Kaltim.

Bisron mengungkapkan, Kukar sebenarnya memiliki sejumlah atlet potensial yang berpeluang meraih medali. Namun, luasnya wilayah Kukar dengan atlet yang tersebar di 20 kecamatan menjadi tantangan tersendiri dalam pembinaan dan pemantauan latihan.

Menurutnya, Balikpapan selama ini menjadi salah satu pesaing terberat karena memiliki dukungan pembinaan yang relatif lebih mudah dijangkau, termasuk dari sisi akses pelatihan.

“Target kita tentu ingin menjadi juara umum. Namun, kita juga harus berpikir realistis karena sarana dan prasarana masih sangat terbatas. Tahun ini, anggaran untuk pembinaan atlet juga belum memadai sehingga sebagian besar atlet berlatih secara mandiri,” jelasnya.

Keterbatasan tersebut membuat NPCI Kukar harus mencari cara agar pembinaan tetap berjalan. Salah satunya melalui pemantauan latihan jarak jauh menggunakan Zoom untuk atlet pada cabang olahraga tertentu.

Bisron juga menyebutkan, Kukar memiliki atlet potensial yang saat ini tidak aktif mengikuti pembinaan karena menempuh pendidikan di Jawa Barat. Selain itu, terdapat atlet balap kursi roda yang pernah berprestasi di tingkat Asia Tenggara, tetapi nomor tersebut tidak dipertandingkan karena tidak memiliki pesaing.

Meski menghadapi berbagai kendala, NPCI Kukar tetap berupaya memaksimalkan peluang meraih medali, terutama melalui cabang olahraga yang dinilai memiliki potensi, seperti paraatletik dan paraangkat berat.

Sementara itu, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Rita Agustina, mengatakan persiapan menuju Peparprov Kaltim 2026 terus dilakukan melalui latihan di masing-masing cabang olahraga.

Dispora Kukar, lanjutnya, siap memfasilitasi kebutuhan persiapan atlet sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Ia berharap keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat para atlet untuk memberikan penampilan terbaik pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

“Dengan kondisi anggaran yang terbatas, kita akan berupaya maksimal agar para atlet bisa berlaga. Harapannya, mereka dapat memberikan hasil terbaik dan menyumbangkan prestasi bagi Kabupaten Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (Ahk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *