BERAU, LINGKARKALTIM: Tanaman kakao yang tumbuh di kebun masyarakat, tersimpan peluang ekonomi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Potensi inilah yang ingin didorong Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, agar Kakao tidak hanya menjadi komoditas perkebunan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat.
Saat mengunjungi kebun kakao milik masyarakat, Sri Juniarsih melihat langsung perkembangan tanaman sekaligus memberikan semangat kepada para petani untuk terus mengembangkan komoditas tersebut. Menurutnya, kakao memiliki peluang untuk menjadi salah satu komoditas unggulan daerah apabila dikelola secara serius, didukung pembinaan yang berkelanjutan, serta diimbangi dengan peningkatan kualitas hasil panen.
Bagi Sri Juniarsih, mengembangkan kakao bukan semata-mata soal menanam dan memanen. Lebih dari itu, terdapat harapan agar perkebunan kakao mampu membuka peluang ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.
“Kenapa kita tidak semangat untuk menjadi petani kakao,” ujarnya, baru-baru ini saat menyemangati para petani agar semakin yakin dalam mengembangkan usaha perkebunan tersebut.
Ia menilai, pengembangan kakao perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan dan pembibitan tanaman, perawatan kebun, hingga proses panen. Setiap tahapan perlu mendapat perhatian agar tanaman dapat menghasilkan kakao dengan kualitas yang baik.
Pembinaan dan pendampingan kepada petani juga dinilai penting. Dengan pengetahuan dan pengelolaan yang tepat, petani diharapkan mampu meningkatkan mutu hasil perkebunan sehingga memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Potensi kakao berkualitas tidak hanya terbuka untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun nasional, tetapi juga berpeluang menembus pasar internasional. Namun, peluang tersebut perlu ditunjang dengan kualitas produk, kapasitas produksi, dan sistem pemasaran yang memadai. Karena itu, dukungan terhadap petani menjadi salah satu hal penting yang perlu diperkuat agar pengembangan kakao di Berau dapat berjalan secara berkelanjutan.
Sri Juniarsih menegaskan, tujuan utama pengembangan komoditas ini adalah mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat. Ia berharap seluruh pihak memiliki semangat dan visi yang sama untuk membangun sektor perkebunan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi petani.
“Permintaan kami adalah untuk membina para petani supaya taraf kehidupan masyarakat lebih baik. Mudah-mudahan kita semua sama satu visi untuk mengangkat kehidupan masyarakat yang lebih baik melalui kakao,” tegasnya.
Melalui pengembangan dan pembinaan yang berkesinambungan, kakao diharapkan dapat menjadi salah satu peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat Berau. Bukan hanya untuk meningkatkan produktivitas perkebunan, tetapi juga untuk membuka jalan menuju pendapatan petani yang lebih baik. Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan berbagai pihak, kebun kakao masyarakat diharapkan dapat tumbuh menjadi sumber penghidupan yang semakin kuat sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian daerah. (Riel/Advetorial)










