Temui Massa Gerakan Rakyat Menggugat, Rudy Mas’ud Janji Bawa Tuntutan Karhutla ke Mendagri

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat turun langsung menemui ratusan massa aksi Gerakan Rakyat Menggugat Rabu sore (21/10/2026). (Devi/Lingkarkaltim)
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat turun langsung menemui ratusan massa aksi Gerakan Rakyat Menggugat Rabu sore (21/10/2026). (Devi/Lingkarkaltim)
banner 468x60

SAMARINDA, LINGKARKALTIM: Ketegangan di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) akhirnya mencair setelah Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, turun langsung menemui ratusan massa aksi Gerakan Rakyat Menggugat Rabu sore (21/10/2026). Di hadapan barisan mahasiswa dan warga, orator dan pimpinan aksi menyerahkan langsung 7 poin tuntutan darurat yang menyoroti krisis kabut asap hingga kelangkaan BBM di Bumi Etam.

Jenderal Lapangan Gerakan Rakyat Menggugat, Angga Wato, mencecar sikap defensif pemerintah daerah yang selama ini dinilai sering melempar narasi “kondisi aman” di tengah memburuknya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Read More
banner 300x250

Angga mengungkapkan klaim sepihak pemerintah tidak sejalan dengan realitas di lapangan. Bahkan, dampak polusi asap karhutla di Samarinda dilaporkan telah merenggut nyawa warga rentan.

“Hari ini kita sama-sama bersolidaritas Pak sebenarnya, bahwa ada satu bencana yang hari ini diberikan jawaban melalui pimpinan daerah sangat defensif. Bahwa narasi-narasi ini aman aja dan sebagainya, itu tidak membuktikan kalau masyarakatnya bisa baik-baik saja. Maka kami menyampaikan tuntutan, yang pertama perlu untuk pimpinan daerah mendorong bagaimana karhutla itu menjadi bencana nasional,” tegas Angga di hadapan Gubernur.

Angga mengingatkan krisis ekologis ini telah mengancam keselamatan jiwa secara langsung. Ia mendesak pemerintah tidak lagi menganggap remeh ancaman kabut asap yang kian meluas.

“Mungkin kalau kita bicara ukuran, Kaltim kalah sama Kalteng, Kalsel, dan Kalbar. Tapi kenyataannya ‘bicara aman aja’ itu tidak membuat kondisi baik-baik saja, justru semakin parah. Kita dapat data bahwa di Samarinda sudah teridentifikasi ada satu korban jiwa bayi terkena ISPA. Nah ini kan menjadi tolak ukur, apakah karhutla ini benar-benar menjadi ancaman eksistensial, atau teman-teman pemerintah justru membiarkan?” cecar Angga.

Menanggapi desakan beruntun dari massa aksi, Rudy Mas’ud langsung memberikan penjelasan terbuka menggunakan pengeras suara. Rudy Mas’ud membantah tuduhan pembiaran dan membeberkan penanganan karhutla di Kaltim terus diupayakan secara intensif dengan melibatkan belasan ribu personel gabungan di 10 kabupaten/kota.

Rudy Mas’ud mengungkapkan koordinasi tingkat tinggi bersama pemerintah pusat telah berjalan sejak pekan lalu untuk mempercepat pemadaman titik api di wilayah-wilayah rawan.

“Untuk karhutla, hari Kamis kemarin Pak Wamendagri datang ke sini khusus untuk atensi dan asistensi berkaitan dengan karhutla, bagaimana penanganannya. Seluruh Forkopimda, TNI, Polri, dan seluruh jajaran termasuk BPBD, Kehutanan, hingga Manggala Agni yang hampir 12.000 personel di 10 kabupaten/kota berjibaku untuk melaksanakan kegiatan pemadaman. Ini belum selesai, tolong teman-teman memberikan support-nya dan terus kita kawal bersama-sama,” papar Rudy di hadapan massa.

Sebagai bentuk komitmen atas aspirasi warga, Rudy berjanji akan memboyong seluruh poin tuntutan publik Kaltim terutama terkait penetapan status bencana dan alokasi bantuan darurat karhutla ke tingkat pusat dalam waktu dekat.

“Ini yang ingin saya sampaikan dulu berkaitan dengan karhutla. Kami akan datang ke Jakarta bertemu dengan Pak Mendagri untuk menyampaikan apa yang menjadi seluruh aspirasi masyarakat Kalimantan Timur ini,” janji Rudy di hadapan barisan massa aksi. (dev)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *