KUKAR, LINGKARKALTIM: Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TK IT) Nurul ‘Ilmi 1 Tenggarong, yang berlokasi di Jalan Mangkuraja, Gang Lembuswana, Kelurahan Loa Ipuh, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memiliki program pembelajaran pengenalan mata uang dan praktik jual beli bagi siswa.
Kepala TK IT Nurul ‘Ilmi 1 Tenggarong, Barinah, mengatakan program tersebut bertujuan mengenalkan jenis mata uang rupiah, harga barang, serta proses transaksi jual beli kepada anak-anak sejak dini.
Salah satu bentuk penerapan program tersebut dilakukan melalui kunjungan ke swalayan pada Selasa (20/10/2026). Dalam kegiatan itu, siswa berkesempatan mempraktikkan langsung proses jual beli dengan pendampingan guru.
“Kami mengajak anak-anak untuk berlatih membeli barang secara mandiri, tetapi tetap dalam pendampingan,” kata Barinah saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (21/10/2026).
Sebelum melakukan praktik langsung di swalayan, siswa terlebih dahulu mendapatkan pembelajaran di dalam kelas. Guru memberikan contoh percakapan sederhana yang dapat digunakan ketika bertanya mengenai harga dan memilih barang yang akan dibeli.
“Kami mengajarkan anak-anak terlebih dahulu di ruang kelas, seperti cara menanyakan harga dan mengenali jenis makanan yang ingin dibeli,” jelasnya.
Selain mengenalkan mata uang dan harga barang, pihak sekolah juga mengajarkan siswa mengenali logo halal pada produk makanan dan minuman. Pembelajaran ini bertujuan memberikan pemahaman awal kepada anak-anak mengenai informasi yang terdapat pada kemasan produk.
“Kami turut mengajarkan tentang logo halal yang terdapat pada makanan dan minuman. Kami memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya memperhatikan logo halal, terutama bagi umat Islam,” ujar Barinah.
Menurutnya, pengenalan informasi pada kemasan produk menjadi salah satu bagian penting dalam pembelajaran sehari-hari agar anak-anak mulai terbiasa memperhatikan barang yang akan dibeli.
Setelah memilih barang, siswa kemudian mempraktikkan proses pembayaran secara langsung. Kegiatan ini sekaligus melatih keberanian, kemampuan berkomunikasi, serta kemandirian anak dalam melakukan transaksi sederhana.
Meski demikian, Barinah menegaskan bahwa kegiatan anak di luar lingkungan sekolah tetap perlu mendapatkan pendampingan demi menjaga keamanan mereka.
Ia berharap TK IT Nurul ‘Ilmi 1 Tenggarong dapat terus mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif melalui kegiatan praktik langsung di luar kelas.
“Kami berharap pembelajaran di TK IT Nurul ‘Ilmi 1 Tenggarong dapat terus berinovasi, sehingga anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melalui kunjungan edukatif secara rutin,” pungkasnya.(ahk/*far)










