KUKAR, LINGKARKALTIM: Regenerasi atlet menjadi salah satu strategi Persatuan Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kabupaten Paser, November mendatang. Tak sekadar mempertahankan prestasi, GABSI Kukar juga menargetkan peningkatan perolehan medali dengan mengandalkan perpaduan pembinaan dan pengalaman bertanding.
Koordinator Bidang Prestasi GABSI Kukar, Juniar Baihaki, mengatakan pihaknya menargetkan tiga medali emas, dua perak, dan dua perunggu pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Target itu lebih tinggi dibandingkan capaian Porprov Kaltim 2022 di Kabupaten Berau yang menghasilkan tiga emas, satu perak, dan satu perunggu.
Menurutnya, peluang meningkatkan perolehan medali terbuka seiring bertambahnya nomor pertandingan cabang olahraga bridge dari tujuh nomor pada Porprov sebelumnya menjadi sembilan nomor pada 2026.
“Kalau kemarin tiga emas, satu perak, dan satu perunggu, mungkin harus ada peningkatan. Target saya tiga emas, dua perak, dan dua perunggu,” ujar Juniar, Rabu (21/10/2026).
Untuk mewujudkan target tersebut, GABSI Kukar menyiapkan 12 atlet yang terdiri atas enam putra dan enam putri. Persiapan kontingen secara umum telah rampung, termasuk komposisi atlet, manajer, dan ofisial. Sementara itu, sejumlah kelengkapan administrasi atlet masih dalam proses pengajuan kepada tim ajub di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar.
Juniar menyebut persiapan sejauh ini berjalan tanpa kendala berarti. Meski belum menggelar pemusatan latihan atau training camp (TC) secara serentak di tingkat kabupaten, pengurus tetap berupaya menjaga kesiapan atlet melalui latihan dan pertandingan mandiri.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Liga Bridge Kalimantan Timur di Gedung Serbaguna Dispora Kukar, Stadion Aji Imbut. Kegiatan yang diikuti sekitar 75 pemain itu menjadi kesempatan bagi atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus memperbanyak pengalaman bertanding sebelum berlaga di Paser.
“Selama ini memang tidak ada pemusatan latihan atau TC yang dilakukan secara serempak di Kabupaten Kukar. Karena itu, kami melakukan TC secara mandiri dengan mengadakan event-event seperti ini untuk menguji kemampuan para atlet,” jelasnya.
Di tengah persiapan mengejar medali, GABSI Kukar juga menaruh perhatian pada keberlanjutan pembinaan. Keterlibatan atlet muda menjadi langkah penting agar prestasi bridge Kukar tidak berhenti pada satu generasi, tetapi terus berkembang untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
“Kami sebagai pengurus bridge Kukar lebih menonjolkan atlet-atlet muda yang akan berlaga di Porprov nantinya, agar regenerasi atlet bridge ini tetap terjaga,” ungkap Juniar.
Ia berharap seluruh atlet mampu memanfaatkan waktu persiapan dengan maksimal, menjaga kondisi fisik, dan mempertahankan semangat hingga pertandingan berlangsung. Menurutnya, target medali harus diimbangi kedisiplinan latihan serta kesiapan menghadapi persaingan.
“Harapan saya, atlet-atlet yang berangkat ke Paser nanti tetap semangat, jaga sportivitas, kemudian latihan terus. Yang paling penting adalah jaga kesehatan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Prestasi Olahraga Dispora Kukar, Rita Agustina, mengingatkan para atlet agar tetap konsisten menjalani latihan dan menjaga kebugaran menjelang Porprov. Ia juga mendorong kontingen Kukar tampil percaya diri serta menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi.
“Kami berharap seluruh atlet Kukar tetap menjaga kesehatan, semangat dalam menjalani latihan, dan dapat memberikan penampilan terbaik saat bertanding,” ujarnya.
Rita berharap persiapan yang dijalani seluruh atlet dapat berbuah hasil maksimal dan menambah prestasi bagi Kabupaten Kutai Kartanegara pada Porprov Kaltim 2026. (ahk)










