BERAU, LINGKARKALTIM: Berau Expo 2026 tak hanya menjadi tempat masyarakat menikmati berbagai pameran dan hiburan. Pengunjung juga bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai persoalan administrasi kependudukan melalui stan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Berau.
Melalui Klinik Konsultasi Administrasi Kependudukan (K2Adik), masyarakat dapat berdiskusi langsung dengan petugas untuk mendapatkan penjelasan dan solusi atas berbagai kendala dokumen kependudukan yang dihadapi. Layanan ini menjadi salah satu fokus Disdukcapil Berau dalam gelaran Berau Expo 2026. Selain konsultasi, masyarakat juga dapat memanfaatkan pelayanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji, mengatakan pihaknya ingin menjadikan stan Disdukcapil sebagai ruang pelayanan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar tempat untuk menyampaikan informasi. “Pada gelaran kali ini, kami fokuskan pada layanan konsultasi agar masyarakat yang datang bisa langsung berdiskusi dan kami berikan solusinya di tempat,” ujar David.
Menurutnya, fokus pelayanan tersebut merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaan expo pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan tingginya aktivitas pengunjung, layanan konsultasi dinilai lebih fleksibel karena masyarakat dapat menyampaikan persoalannya secara langsung kepada petugas. Dengan pendekatan ini, pengunjung diharapkan tidak hanya memperoleh informasi mengenai administrasi kependudukan, tetapi juga memahami langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasi kendala dokumen yang mereka hadapi.
“Optimalisasi stan ini penting agar kehadiran Disdukcapil tidak hanya sebatas memberikan informasi, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh pengunjung,” katanya.
Tak hanya memberikan pelayanan langsung di stan, Disdukcapil Berau juga menghadirkan program PaK Capil Tanya Dong selama empat malam. Program ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dengan melibatkan narasumber dari sejumlah instansi. Instansi yang dilibatkan meliputi rumah sakit, Dinas Sosial, Pengadilan Agama, dan Badan Pusat Statistik (BPS).
David menjelaskan, pembahasan dalam program tersebut mencakup berbagai persoalan yang berkaitan dengan pelayanan publik. Mulai dari optimalisasi loket pelayanan Disdukcapil di fasilitas kesehatan, penguatan Program Perlindungan Sosial (Perlinsos), solusi terkait pernikahan yang belum tercatat, hingga informasi mengenai data kependudukan.
Keterlibatan sejumlah instansi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai prosedur pelayanan serta langkah yang dapat ditempuh ketika menghadapi persoalan administrasi. Menurut David, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain layanan konsultasi dan edukasi, Disdukcapil Berau juga menyiapkan door prize bagi pengunjung yang hadir dan aktif berinteraksi. Hadiah tersebut akan dibagikan pada akhir rangkaian kegiatan. David berharap, kehadiran berbagai layanan tersebut dapat semakin mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.
Melalui Berau Expo 2026, masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh informasi, memahami prosedur administrasi kependudukan, serta mengetahui langkah penyelesaian ketika menghadapi kendala dokumen. Dengan demikian, momentum expo tidak hanya dimanfaatkan sebagai ajang pameran, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dan mengakses pelayanan publik secara lebih dekat. (Riel)










