BERAU, LINGKARKALTIM: Beragam produk usaha, kuliner, potensi daerah, hingga hiburan bagi masyarakat kembali hadir dalam Berau Expo 2026. Expo 2026 disiapkan ratusan stan dengan melibatkan sekitar 170 pedagang mandiri. Kegiatan tahunan ini tak hanya menjadi ruang pameran pembangunan, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Berau Expo 2026 resmi dibuka pada Jumat (16/10/2026) di Gedung Graha Pemuda, Tanjung Redeb, diagendakan akan berlangsung hingga 25 Oktober 2026 mendatang. Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu momentum untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kabupaten Berau.
Sejumlah stan dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, hingga perusahaan swasta turut meramaikan pameran tersebut. Berbagai produk dan layanan ditampilkan, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat perkembangan pembangunan serta potensi yang dimiliki daerah.
Di sisi lain, kehadiran pedagang kuliner, pakaian, dan berbagai produk lainnya menambah daya tarik pameran. Masyarakat tidak hanya dapat menikmati suasana expo, tetapi juga berburu beragam produk dan mencicipi aneka kuliner yang ditawarkan para pedagang.
Bagi pelaku UMKM, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada calon konsumen. Interaksi selama pameran juga berpotensi membuka peluang mendapatkan pelanggan baru dan memperluas jangkauan pemasaran.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyambut baik kembali terselenggaranya Berau Expo setelah kegiatan tersebut sempat mengalami penundaan. Penundaan sebelumnya dilakukan menyusul arahan Kementerian Dalam Negeri mengenai pembatasan kegiatan seremonial dan aktivitas yang melibatkan banyak orang demi menjaga stabilitas dan kondusivitas.
Berau Expo kembali digelar dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari menjadi sarana informasi pembangunan hingga membuka ruang promosi bagi pelaku usaha.
Sri Juniarsih mengajak masyarakat untuk turut memeriahkan kegiatan tersebut dengan berkunjung dan berbelanja produk yang ditawarkan para peserta.
“Ajakan ini kami sampaikan sekaligus menjadi dorongan agar masyarakat ikut mendukung pelaku usaha lokal yang memanfaatkan Berau Expo sebagai tempat memperkenalkan produk mereka,”katanya.
Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan yang berlangsung selama 10 hari tersebut. Dengan banyaknya pilihan stan dan hiburan yang disiapkan, Berau Expo diharapkan menjadi ruang berkumpul masyarakat sekaligus memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk menawarkan produk secara langsung kepada pengunjung.
Berau Expo 2026 menghadirkan 177 stan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari OPD, kecamatan, instansi vertikal, BUMN dan BUMD, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, paguyuban, perusahaan swasta, perhotelan, hingga perbankan.
Sementara Ketua Panitia Berau Expo 2026, Maulidiyah, yang juga menjabat Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Berau, menjelaskan bahwa sebanyak 106 peserta stan difasilitasi melalui kepanitiaan. Peserta tersebut mencakup 33 OPD, unsur BUMN dan BUMD, 13 kecamatan, serta 60 peserta umum dari berbagai kalangan.
Kelompok peserta umum meliputi dunia pendidikan, pelaku UMKM, organisasi wanita, organisasi kepemudaan, dunia usaha, dan komunitas masyarakat. Selain peserta yang difasilitasi panitia, terdapat pula 170 pedagang mandiri yang berpartisipasi melalui pengelolaan pihak penyelenggara. Mereka menawarkan berbagai jenis barang dan produk, mulai dari makanan dan minuman, pakaian, hingga kendaraan.
Untuk mendukung kegiatan perdagangan, panitia menyediakan 70 tenda besar dan 100 lapak pedagang kaki lima. Beragamnya peserta membuat Berau Expo tidak hanya menjadi tempat untuk melihat hasil pembangunan, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal produk, layanan, dan peluang usaha yang tersedia di Kabupaten Berau.
Maulidiyah menjelaskan, Berau Expo 2026 juga dirancang sebagai sarana untuk menyampaikan informasi mengenai hasil pembangunan daerah hingga 2026, sekaligus memperkenalkan rencana pembangunan ke depan. Melalui stan yang dihadirkan, masyarakat dapat melihat berbagai program dan kegiatan pemerintah, mengenal potensi wilayah, serta memperoleh informasi mengenai perkembangan pembangunan Kabupaten Berau.
Pameran ini juga menjadi ruang promosi sektor pariwisata, investasi, ekonomi kreatif, serta seni dan budaya lokal. Promosi tersebut diharapkan dapat meningkatkan perhatian masyarakat terhadap potensi yang dimiliki Berau. Dengan pengemasan informasi yang menarik dan mudah dipahami, stan pameran dapat menjadi sarana komunikasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Berau sendiri memiliki berbagai potensi yang dapat diperkenalkan kepada khalayak luas. Karena itu, expo menjadi salah satu kesempatan untuk menampilkan kekayaan daerah sekaligus mendorong masyarakat mengenal produk dan potensi lokal.Panitia juga menyiapkan penilaian stan berdasarkan sejumlah aspek, yakni pelayanan dan interaksi dengan pengunjung, kreativitas dan inovasi, serta kesesuaian desain stan dengan tema kegiatan.
Penilaian tersebut mendorong peserta untuk tidak hanya menampilkan informasi, tetapi juga menghadirkan stan yang menarik, komunikatif, dan mampu memberikan pengalaman positif bagi pengunjung. Tak hanya menawarkan pameran dan aktivitas perdagangan, Berau Expo 2026 juga menghadirkan hiburan untuk menambah daya tarik kegiatan. Panitia menyiapkan dua panggung, yakni panggung utama di Lapangan Pemuda dan panggung kreativitas yang berada di dalam GOR Graha Pemuda.
Sejumlah artis dijadwalkan tampil dalam rangkaian kegiatan tersebut. Fabio Asher dijadwalkan menghibur pengunjung pada 16 Oktober, disusul May Sahira pada 21 Oktober, dan The Rain pada 25 Oktober 2026. Selain penampilan artis, panggung utama akan diisi berbagai pertunjukan seni dan hiburan selama pelaksanaan expo. Agenda yang disiapkan meliputi kesenian daerah, tari Nusantara, kuntau, peragaan busana batik Berau, stand-up comedy, marching band, musik tradisional, hingga pertunjukan sulap.
Sementara itu, panggung kreativitas di dalam GOR akan menjadi wadah bagi berbagai kegiatan interaktif, seperti perlombaan, talk show, podcast, kelas kecantikan, peragaan busana, dan pertunjukan tari daerah. Kehadiran pertunjukan seni dan budaya juga menjadi kesempatan untuk menampilkan kreativitas masyarakat serta memperkenalkan kesenian daerah kepada pengunjung yang datang ke lokasi expo.
Dengan perpaduan pameran, perdagangan, dan hiburan, Berau Expo diharapkan mampu menjadi agenda yang tidak hanya menarik minat masyarakat untuk berkunjung, tetapi juga memberi ruang bagi pelaku usaha dan komunitas untuk berpartisipasi. (Riel/Advetorial)










