Siswa SMKN 1 Tenggarong Jalani PKL, Sekolah Berikan Pembelajaran Tambahan Jelang TKA

SMK Negeri 1 Tenggarong, Berada di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. (Far/Lingkarkaltim.com)
SMK Negeri 1 Tenggarong, Berada di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. (Far/Lingkarkaltim.com)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tenggarong menyiapkan pembelajaran tambahan bagi siswa yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Upaya ini dilakukan agar siswa tetap dapat mempersiapkan diri meski harus membagi waktu antara kegiatan PKL dan belajar.

Sebelumnya, simulasi TKA telah dilaksanakan pada pekan lalu. Mengingat sebagian siswa masih menjalani PKL, pihak sekolah turut membantu mengurus perizinan kepada tempat PKL agar siswa dapat mengikuti kegiatan persiapan ujian.

Read More
banner 300x250

Wakil Kepala SMKN 1 Tenggarong Bidang Kesiswaan, Stefanus Batas, mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi sekolah adalah keterbatasan waktu siswa untuk mempelajari materi dan berlatih mengerjakan soal-soal TKA.

Menurutnya, kegiatan PKL yang berlangsung bersamaan dengan persiapan ujian membuat siswa tidak dapat mengikuti seluruh pembelajaran secara optimal. Kondisi tersebut dikhawatirkan turut memengaruhi hasil TKA mereka.

“Kami menyediakan pembelajaran tambahan melalui aplikasi Google Meet pada malam hari. Namun, terkadang siswa sudah kelelahan sehingga kesulitan memahami materi yang disampaikan guru,” ujar Stefanus kepada Lingkarkaltim.com saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, kekhawatiran tersebut muncul karena tidak semua materi yang diujikan dalam TKA telah dipelajari siswa selama mengikuti pembelajaran di sekolah. Oleh sebab itu, guru berupaya memberikan penguatan materi agar siswa lebih siap menghadapi ujian.

Selain kendala waktu dan kesiapan siswa, pihak sekolah juga menghadapi persoalan teknis pada perangkat laptop yang digunakan untuk pelaksanaan TKA.

Sementara Sekretaris Panitia TKA SMKN 1 Tenggarong, Maryani, mengatakan sejumlah laptop terkadang mengalami gangguan sistem atau force close, yakni aplikasi yang tiba-tiba tertutup saat digunakan.

“Jika kendala tersebut terjadi saat TKA berlangsung, kami akan kesulitan melanjutkan ke sesi berikutnya karena waktu bisa tersita untuk memperbaiki perangkat,” tambahnya.

Maryani juga mengungkapkan bahwa sebagian siswa mengalami kesulitan mengerjakan soal-soal TKA yang dinilai lebih banyak mengacu pada materi umum setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Sementara itu, pembelajaran di SMK lebih menitikberatkan pada kompetensi kejuruan dan praktik sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Untuk mengatasi hal tersebut, guru kembali memberikan materi berdasarkan kisi-kisi yang telah diperoleh. Pembelajaran dilakukan secara langsung di sekolah maupun melalui Google Meet bagi siswa yang belum dapat mengikuti kegiatan tatap muka.

“Berdasarkan kisi-kisi yang kami peroleh, materi tersebut kami ajarkan kembali kepada siswa. Jika mereka tidak bisa mengikuti pembelajaran tatap muka, kami mengalihkannya ke Google Meet,” jelas Maryani.

Pihak sekolah berharap seluruh siswa dapat memprioritaskan persiapan TKA agar mampu mengerjakan soal dengan baik. Hasil tes tersebut juga menjadi salah satu persyaratan yang perlu diperhatikan siswa dalam proses pendaftaran ke perguruan tinggi.

“Kami berusaha semaksimal mungkin membantu siswa agar dapat mengerjakan soal dengan pemahaman yang telah disampaikan bapak dan ibu guru. Hasil tes ini menjadi salah satu bekal bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” pungkasnya. (ahk/*far)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *