KUKAR, LINGKARKALTIM: Sekolah Dasar Negeri (SDN) 021 Tenggarong yang terdampak kebakaran pada Selasa (13/10/2026) malam mulai membersihkan sisa kebakaran di sejumlah ruang kelas. Kegiatan tersebut dilakukan secara bersama-sama sebagai persiapan apabila pembelajaran tatap muka kembali diperbolehkan di ruang kelas.
SDN 021 Tenggarong berlokasi di Jalan Delta, Kelurahan Loa Ipuh, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kebakaran tersebut berdampak pada tiga ruangan, termasuk ruang kelas dan toilet. Dari sejumlah ruangan yang terdampak, satu ruang kelas mengalami kerusakan paling parah.
Kepala SDN 021 Tenggarong, Rusdiana, mengatakan pihak sekolah berinisiatif melakukan pembersihan dan renovasi menggunakan dana internal sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan dimulainya kembali pembelajaran tatap muka pada pekan berikutnya.
“Kami berinisiatif merenovasi sebagai langkah antisipasi apabila pekan depan sudah diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah,” ujar Rusdiana saat ditemui Lingkarkaltim.com di SDN 021 Tenggarong, Jumat (16/10/2026).
Rusdiana mengungkapkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar telah menyampaikan rencana rehabilitasi bangunan sekolah yang terdampak kebakaran. Pembangunan gedung baru tersebut direncanakan berlangsung pada 2027 dengan konstruksi dua lantai.
Menurutnya, pembangunan kembali ruang kelas yang terbakar sangat dibutuhkan, mengingat SDN 021 Tenggarong masih mengalami kekurangan ruang belajar. Selama ini, siswa kelas I dan II harus mengikuti pembelajaran dalam dua sesi, yakni pagi dan siang.
“Ruang yang terbakar ini memang sudah sebaiknya dibangun kembali. Terlebih, kami memang kekurangan ruang kelas. Selama ini, siswa kelas I dan II dibagi menjadi dua sesi pembelajaran, pagi dan siang,” jelasnya.
Sistem pembelajaran tersebut diterapkan secara bergantian. Siswa yang mengikuti pembelajaran pagi pada pekan pertama akan masuk pada siang hari di pekan berikutnya. Meski demikian, Rusdiana menyebut kondisi tersebut tidak menjadi hambatan berarti bagi kegiatan belajar mengajar, meskipun para guru harus menyesuaikan jadwal dan menambah jam kerja.
Selain merusak sarana dan prasarana sekolah, kebakaran tersebut juga berdampak pada sejumlah siswa SDN 021 Tenggarong yang keluarganya menjadi korban. Rusdiana mengatakan, pihak sekolah telah menerima informasi dari orang tua siswa bahwa mereka terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.
“Kami mendapat informasi bahwa ada beberapa anak murid kami yang menjadi korban kebakaran. Orang tua mereka sudah memberi kabar bahwa saat ini mengungsi ke tempat saudara,” tuturnya.
Rusdiana berharap rencana pembangunan gedung baru pada 2027 dapat terealisasi sesuai rencana. Menurutnya, kondisi bangunan sekolah setelah kebakaran semakin memprihatinkan, sementara kebutuhan ruang kelas masih belum terpenuhi.
“Kami sangat senang jika bantuan ini terealisasi dengan baik. Kami juga selalu menantikan pembangunan tersebut,” pungkasnya. (ahk/*far)










