WCCE 2026 Perkuat Kolaborasi Global dan Buka Peluang Baru bagi Ekonomi Kreatif Indonesia

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat peran ekonomi kreatif dalam pembangunan global. Konferensi ini akan berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Jakarta. Rabu (7/10/26). (Dok. Kementerian Ekonomi Kreatif)
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat peran ekonomi kreatif dalam pembangunan global. Konferensi ini akan berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Jakarta. Rabu (7/10/26). (Dok. Kementerian Ekonomi Kreatif)
banner 468x60

JAKARTA, LINGKARKALTIM:  Indonesia kembali menjadi ruang pertemuan para pemimpin ekonomi kreatif dunia, pembuat kebijakan, pelaku usaha, kreator, komunitas, akademisi, investor, dan pemangku kepentingan melalui World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, yang akan berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Kempinski Hotel, Jakarta.

Mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity”, WCCE 2026 mendorong kolaborasi untuk membangun ekonomi kreatif yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu merespons dinamika global.

Read More
banner 300x250

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan WCCE 2026 menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat peran ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global.

“WCCE 2026 menjadi momentum bagi Indonesia untuk membawa ekonomi kreatif ke tingkat yang lebih strategis dalam agenda pembangunan dunia. Salah satu keluaran pentingnya adalah Jakarta Vision on Creative Economy yang diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global setelah 2030, sekaligus mendorong perhatian dunia terhadap kontribusi ekonomi kreatif dalam pembangunan ekonomi dan sosial,” ujar Menteri Ekraf.

Melalui Jakarta Vision on Creative Economy, WCCE 2026 mendorong perumusan visi bersama untuk memperkuat peran ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan masa depan. Dokumen ini diharapkan dapat menjadi salah satu dasar pembahasan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai ekonomi kreatif.

Sejak diinisiasi Indonesia pada 2018, WCCE telah berkembang menjadi platform global yang mempertemukan berbagai unsur ekosistem ekonomi kreatif.

“WCCE telah berkembang menjadi platform global untuk mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, kreator, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merespons tantangan serta peluang ekonomi kreatif. Semangat kolaborasi inilah yang terus kita perkuat melalui WCCE 2026,” ujar Menteri Ekraf.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengatakan WCCE 2026 dirancang tidak hanya sebagai ruang dialog, tetapi juga untuk memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi konkret antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dan mitra global.

“Ekonomi kreatif tidak tumbuh dalam ruang yang terpisah. Kita membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, kreator, komunitas, akademisi, investor, dan mitra internasional untuk membuka akses terhadap pasar, investasi, teknologi, dan pengembangan kekayaan intelektual. Karena itu, WCCE 2026 kami dorong agar tidak berhenti pada dialog, tetapi menghasilkan koneksi dan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi ekosistem ekonomi kreatif,” ujar Wamen Ekraf.

WCCE 2026 akan menghadirkan Plenary, Friends of Creative Economy & Ministerial Meeting, bilateral meeting, business matchmaking, keynote, global dialogue, creative session, dan deep-dive session untuk mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku industri, kreator, investor, dan mitra global.

Selain konferensi utama, Creativillage akan berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di kawasan SCBD sebagai ruang pengalaman kreatif yang terbuka bagi masyarakat.

Rangkaian Creativillage meliputi Soul of Indonesia di Akasta SCBD pada 21 Oktober, Village One di Ashta District 8 dan Village Two di MGP Space, SCBD Park pada 21–25 Oktober, serta WCCE Weekland di SCBD Park pada 24–25 Oktober 2026.

Berbagai kegiatan tersebut menghadirkan karya dan pengalaman dari beragam subsektor ekonomi kreatif, mulai dari seni, desain, fesyen, literatur, permainan, kekayaan intelektual, teknologi, kuliner, hingga produk kreatif dari berbagai daerah di Indonesia.

Rangkaian WCCE 2026 juga beriringan dengan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober sebagai bagian dari semangat OktoberKreasi, yang mengajak daerah dan pelaku ekonomi kreatif untuk menghidupkan ruang kreatif, memperkenalkan karya, membangun jejaring, dan memperluas peluang kolaborasi.

Melalui WCCE 2026, Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah forum ekonomi kreatif global, tetapi juga menghadirkan ruang pertemuan antara kreativitas lokal dan peluang global. Rangkaian konferensi, business matchmaking, dan Creativillage diharapkan memperkuat koneksi sekaligus membuka peluang kerja sama, investasi, pengembangan bisnis, penguatan kekayaan intelektual, dan perluasan pasar bagi ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.

WCCE 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan gagasan dengan aksi, kreativitas dengan peluang, serta Indonesia dengan dunia.

 

(Sumber: ekraf.go.id)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *