KUKAR, LINGKARKALTIM : Realisasi investasi khususnya sektor non ekstraktif di Kukar pada semester I 2026 Kutai Kartanegara mencapai sekitar Rp2,5 Trilliun.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar Alfian Noor saat dihubungi Lingkarkaltim, Jum’at (9/10/2026).
Ia mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan sektor non ektraktif di Kukar. Karena, sektor non ekstraktif ini dinilai mampu menumbuhkan perekonomian jangka panjang ditengah masyarakat.
“Sektor non ekstraktif adalah, sektor yang mengolah bahan baku menjadi produk yang bernilai jual,” katanya.
Adapun sektor non ekstratif di Kukar diantaranya industri hilirisasi perkebunan, pertanian, perikanan, rumput laut hingga produk UMKM.
Ia mengaku, data dari Dinas Koperasi dan UKM ada sekitar 41 yang hasil produknya hampir 99 persennya merupakan produk non ekstraktif.
Saat ini sudah ada 944 investor yang menanamkan modalnya di Kukar, yang terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Menurutnya, jika banyak investor yang menanamkan modal di Kukar, pastinya pertumbuhan ekonomi di Kukar semakin membaik.
Sementara itu Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani meminta kepada pemerintah daerah untuk mempermudah investor untuk menanamkan modalnya di Kukar.
“Dengan adanya penanaman modal, diyakini pertumbuhan ekonomi daerah juga membaik, terlebih dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah,” jelas Ahmad Yani. (riz)










