Pemkab Berau Dorong Perubahan Perilaku Jaga Kebersihan Sungai

Kegiatan Bersih Sungai Segah dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional 2026.(Nadzriel/Lingkarkaltim)
Kegiatan Bersih Sungai Segah dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional 2026.(Nadzriel/Lingkarkaltim)
banner 468x60

BERAU, LINGKARKALTIM: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga sungai, terutama dengan memastikan sampah dikelola sejak dari sumbernya.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas melalui Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setda Berau, Mustakim Suharjana, dalam kegiatan Bersih Sungai Segah dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional 2026.

Read More
banner 300x250

Mustakim mengatakan, keberadaan Sungai Segah dan Sungai Kelay sangat vital bagi Kabupaten Berau Sungai Segah dan Sungai Kelay adalah aset lingkungan yang sangat vital bagi Berau. “Karena di dalamnya ada jalur transportasi, perikanan, pertanian, hingga keramba yang menyokong sosial budaya dan ekonomi warga,” ujar Mustakim.

Menurutnya, kondisi lingkungan sungai harus ditempatkan sebagai bagian dari infrastruktur utama daerah yang keberadaannya wajib dijaga bersama.Pasalnya, sungai yang tercemar maupun mengalami pendangkalan berpotensi mengganggu berbagai aktivitas yang selama ini bergantung pada aliran sungai.

“Apalagi keberadaan Sungai Segah dan Sungai Kelay memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat Kabupaten Berau. Bukan hanya sebagai aliran air, dua sungai tersebut menjadi jalur transportasi sekaligus menopang aktivitas perikanan, pertanian, usaha keramba hingga berbagai kegiatan ekonomi Masyarakat,”katanya.

Karena itu, ketika persoalan sampah dan sedimentasi mulai mengancam fungsi sungai, dampaknya dinilai tidak hanya menjadi persoalan lingkungan. Lebih jauh, kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat yang selama ini bergantung pada sungai.

Mustakim mengakui Pemkab Berau memang memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan regulasi, infrastruktur, pengelolaan dan pengawasan lingkungan.Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. “Partisipasi masyarakat, dunia usaha, komunitas dan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sungai. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah sampah rumah tangga yang berakhir di perairan,”terangnya

Saat hujan turun, sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat terbawa melalui saluran air hingga masuk ke sungai. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat meningkatkan beban pencemaran. Karena itu, Mustakim mendorong masyarakat tidak lagi hanya berpikir tentang membuang sampah pada tempatnya, tetapi mulai bertanggung jawab mengelola sampah dari sumbernya.

Menurutnya, sampah yang sudah berada di sungai merupakan tanda bahwa proses pengelolaan sebelumnya belum berjalan secara optimal. “Penumpukan sampah di sungai adalah cerminan dari pengelolaan yang belum selesai di tingkat rumah tangga. Jika sampah dipilah dan dikurangi dari sumbernya, beban pencemaran sungai akan berkurang secara signifikan,” jelasnya.

Persoalan pencemaran sungai, lanjut Mustakim, juga memiliki dampak terhadap pelayanan air minum. Kualitas air baku yang semakin buruk akan membuat proses pengolahan menjadi lebih berat. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan biaya operasional dalam pengolahan air.

Pada akhirnya, peningkatan biaya tersebut dapat berdampak kepada masyarakat apabila terjadi penyesuaian tarif. Karena itu, menjaga sungai tetap bersih tidak hanya berarti menjaga lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan efisiensi pelayanan air bersih bagi masyarakat.

Selain sampah, Pemkab Berau juga menyoroti persoalan sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan sungai. Mustakim menyebut laju sedimentasi di kawasan jalur transportasi perkapalan tercatat mencapai sekitar 45 sentimeter per tahun.

Jika terus terjadi, pendangkalan dapat mengganggu fungsi sungai sebagai jalur transportasi dan berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat yang menggunakan jalur perairan tersebut. Dalam konteks tersebut, Mustakim juga menyinggung aktivitas penambang pasir lokal yang selama ini dinilai turut membantu pengerukan material sungai secara mandiri.

Ia berharap proses legalitas dan perizinan para penambang pasir lokal dapat segera dituntaskan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Menurutnya, kepastian legalitas diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap aktivitas tersebut sekaligus mendukung upaya menjaga kedalaman alur sungai.

Mustakim menegaskan, kegiatan bersih Sungai Segah dalam rangka Hari Sungai Nasional 2026 tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Gotong royong yang dilakukan harus menjadi momentum untuk membangun kebiasaan baru dalam menjaga sungai. “Peringatan Hari Sungai Nasional ini bukan sekadar seremonial atau aksi gotong royong satu hari saja, melainkan awal dari perubahan perilaku yang konsisten,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga Sungai Segah dan Sungai Kelay. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta tidak membuang sampah ke sungai maupun lingkungan yang berpotensi menjadi sumber sampah di perairan.

Mustakim juga mendorong agar edukasi tentang pentingnya menjaga sungai dimulai sejak usia dini. Anak-anak, kata dia, perlu memahami bahwa sungai merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama, bukan tempat membuang sampah.

Upaya tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa menjaga sungai bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.Sebab, keberlangsungan Sungai Segah dan Sungai Kelay akan menentukan banyak aktivitas masyarakat Berau di masa mendatang.Mulai dari transportasi, perikanan, pertanian, usaha keramba hingga kebutuhan air, semuanya memiliki keterkaitan dengan kondisi sungai.

Dengan demikian, menjaga Sungai Segah dan Sungai Kelay bukan sekadar menjaga kebersihan lingkungan. Menjaga sungai berarti menjaga sumber kehidupan, menjaga aktivitas ekonomi, sekaligus memastikan urat nadi Kabupaten Berau tetap mengalir untuk generasi mendatang. (riel)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *