15 Warga Tanjung Redeb Dibekali Keterampilan Menjahit untuk Buka Peluang Usaha

Foto bersama disela sela kegiatan pelatihan menjahit.(Nadzriel/Lingkarkaltim)
Foto bersama disela sela kegiatan pelatihan menjahit.(Nadzriel/Lingkarkaltim)
banner 468x60

BERAU, LINGKARKALTIM: Jarum, benang, dan mesin jahit mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi 15 warga Kecamatan Tanjung Redeb, tiga hal tersebut bisa menjadi awal lahirnya sumber penghasilan baru.

Harapan itulah yang ingin dibangun Pemerintah Kabupaten Berau melalui pelatihan menjahit yang digelar selama tiga hari, 8-10 Oktober 2026, di Gedung RPJMD Bapperida Berau.

Read More
banner 300x250

Sebanyak 15 peserta dari enam kelurahan di Kecamatan Tanjung Redeb mengikuti pelatihan tersebut. Mereka tidak hanya dibekali keterampilan menjahit, tetapi juga didorong agar mampu mengubah keterampilan tersebut menjadi peluang usaha dan sumber pendapatan keluarga.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau, Eva Yunita, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan keterampilan, produktivitas, sekaligus kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kemampuan menjahit memiliki prospek ekonomi yang cukup luas. Kebutuhan terhadap pakaian kerja, seragam sekolah, busana muslim, pakaian adat hingga berbagai produk kerajinan berbasis tekstil menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan Masyarakat,”ungkapnya.

Namun tambah Eva, kemampuan menjahit saja tidak cukup. Para peserta juga harus mulai mengubah cara pandang, dari sekadar memiliki keterampilan menjadi memiliki keberanian untuk membangun usaha.  “Jangan hanya berpikir, ‘Saya bisa menjahit.’ Tetapi mulai berpikir, ‘Bagaimana keterampilan menjahit ini bisa menjadi sumber pendapatan, membuka usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga?’” ujar Eva.

Eva mengatakan pemerintah tidak ingin pelatihan berhenti ketika mesin jahit dimatikan dan kegiatan resmi berakhir. Lebih dari itu, peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi usaha produktif, menghasilkan produk berkualitas, membaca kebutuhan pasar, hingga menciptakan lapangan kerja baru.

Pemerintah Kabupaten Berau melalui Diskoperindag, kata dia, akan terus mendorong tumbuhnya UMKM dan industri kecil yang bertumpu pada potensi masyarakat. “Setelah pelatihan ini kami berharap akan lahir pelaku-pelaku usaha baru yang mampu menghasilkan produk berkualitas dan memiliki daya saing,” katanya.

Tak hanya mengandalkan pemasaran secara konvensional, Eva juga meminta peserta mulai memanfaatkan dunia digital. Produk yang dihasilkan, menurutnya, dapat dipasarkan melalui media sosial, marketplace, maupun berbagai platform digital lainnya.

Dengan begitu, pasar tidak lagi sebatas lingkungan tempat tinggal, tetapi dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.

Eva berharap pelatihan tersebut menjadi titik awal bagi peserta untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Karena itu, ia menilai diperlukan pendampingan setelah pelatihan, termasuk dalam peningkatan kualitas produk, pengembangan usaha, akses pemasaran hingga pembiayaan. “Kita ingin keterampilan yang diperoleh hari ini dapat menjadi langkah awal menuju UMKM yang naik kelas,” tegasnya.

Ia juga meminta para peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar dari para instruktur. “Jangan malu bertanya, jangan takut mencoba, dan jangan mudah menyerah,” pesannya.

Menurut Eva, keberhasilan sebuah pelatihan tidak hanya diukur dari seberapa banyak peserta mampu mengoperasikan mesin jahit. Lebih penting lagi, keterampilan tersebut harus mampu diterapkan dan memberikan dampak ekonomi bagi keluarga.

Ia pun berharap para instruktur dapat memberikan ilmu dan pengalaman terbaik sehingga peserta memiliki bekal yang benar-benar dapat dikembangkan setelah pelatihan selesai.

“Saya percaya, dengan kemauan untuk belajar, kerja keras, kreativitas, dan dukungan pemerintah, para peserta hari ini dapat menjadi pelaku usaha yang sukses di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Eva menambahkan, pemerintah akan terus berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung masyarakat agar semakin terampil, produktif, mandiri, dan memiliki daya saing.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi seluruh peserta dan menjadi langkah awal lahirnya wirausaha-wirausaha baru yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat Kabupaten Berau,” pungkasnya.(riel)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *