TK Negeri 02 Tenggarong Tekankan Kesehatan Fisik dan Psikologis Anak

Suasana TK Negeri 02 Tenggarong.(Fara/Lingkarkaltim)
Suasana TK Negeri 02 Tenggarong.(Fara/Lingkarkaltim)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri 02 Tenggarong di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Melayu, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, tidak hanya menekankan kesehatan fisik peserta didik, tetapi juga kesehatan psikologis dan emosional anak.

Hal tersebut sejalan dengan visi sekolah, yakni “Terwujudnya Anak Sehat, Cerdas, Kreatif dan Berkarakter.” Berbagai program diterapkan untuk membiasakan anak menjaga kesehatan sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Read More
banner 300x250

Kepala TK Negeri 02 Tenggarong, Titin Ambar Wahjoeni, mengatakan pelaksanaan program kesehatan turut melibatkan orang tua murid. Salah satunya melalui penyediaan bekal dengan konsep “pelangi”, yakni makanan dengan beragam warna yang menarik bagi anak.

“Dalam program tersebut seluruh orang tua terlibat, mulai dari penyiapan bekal dengan konsep pelangi hingga kegiatan lainnya yang dipanitiai oleh komite sekolah,” ujar Titin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/10/2026).

Selain memperhatikan asupan makanan, sekolah juga membiasakan peserta didik menjaga kebersihan gigi. Setiap hari, anak-anak diwajibkan menggosok gigi setelah makan bersama saat jam istirahat.

“Kami menanamkan kebiasaan kepada anak murid untuk membawa sikat gigi pribadi dan digunakan ketika mereka sudah selesai makan pada jam istirahat,” katanya.

Menurut Titin, perhatian terhadap kesehatan anak tidak berhenti pada aspek fisik. Guru juga memiliki peran penting dalam menjaga kondisi emosional peserta didik, mengingat anak usia dini masih berada dalam tahap perkembangan yang membutuhkan perhatian dan pendampingan.

Untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, TK Negeri 02 Tenggarong membudayakan program “Sapa Kasih”. Program tersebut bertujuan agar peserta didik merasa aman, nyaman, dan tenteram selama berada di lingkungan sekolah.

“Kami bukan hanya memperhatikan kesehatan tubuh anak murid, tetapi kami perlu memperhatikan psikologis anak murid kami,” ujar Titin.

Ia menjelaskan, salah satu cara yang dilakukan guru untuk menjaga kondisi psikologis anak adalah dengan mengajak mereka berbicara dari hati ke hati. Pendekatan tersebut diharapkan membuat anak merasa nyaman untuk terbuka dan menceritakan apa yang sedang mereka rasakan.

Di sisi lain, sekolah juga berupaya memenuhi kebutuhan gizi peserta didik secara mandiri. Titin mengatakan, pemenuhan makanan bergizi di sekolah tidak bergantung sepenuhnya pada program pemerintah, termasuk Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Meski program MBG belum masuk ke TK Negeri 02 Tenggarong, pihak sekolah telah menyediakan makanan bagi peserta didik dengan pembiayaan yang dihimpun dari orang tua setiap bulan.

“Kami di sini masak sendiri, mulai dari belanja, memasak, dan menentukan menu yang akan dimasak. Semuanya sudah kami kelola sejak awal,” jelasnya.

Menurut Titin, para orang tua murid juga mendukung program makanan yang dikelola secara mandiri oleh sekolah. Mereka tidak keberatan meskipun program MBG belum tersedia di TK Negeri 02 Tenggarong.

Ke depan, Titin berharap berbagai program yang telah dijalankan dapat terus dikembangkan dan dilaksanakan secara konsisten. Ia juga mendorong guru dan orang tua untuk bersama-sama memperhatikan kesehatan anak dalam proses pendidikan.

“Saya sangat berharap sekolah ini bisa terus berkembang menjadi lebih baik. Guru hingga orang tua murid harus terus menjaga kesehatan dalam mendidik anak murid,” pungkasnya.(ahk/*far)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *