Lawan Pengangguran, Disnaker Samarinda Pacu Fitur ‘Auto-Matching’ dan LMI di Aplikasi Si Jempol Naker

Kepala Disnaker Samarinda, Yuyum Puspitaningrum.(Devi/Lingkarkaltim)
Kepala Disnaker Samarinda, Yuyum Puspitaningrum.(Devi/Lingkarkaltim)
banner 468x60

SAMARINDA, LINGKARKALTIM: Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda terus mengoptimalkan inovasi pelayanan publik melalui program Si Jempol Naker (Sistem Jemput Bola Pelayanan Ketenagakerjaan). Program berbasis digital ini dirancang sebagai Labor Market Intelligence (LMI) untuk memetakan kebutuhan pasar kerja secara presisi sekaligus mempertemukan pencari kerja dan perusahaan secara otomatis.

Kepala Disnaker Samarinda, Yuyum Puspitaningrum, menjelaskan bahwa salah satu keunggulan utama dari Si Jempol Naker adalah adanya fitur auto-matching. Lewat sistem ini, masyarakat Samarinda yang mendaftar pembuatan Kartu Kuning (AK-1) secara online akan langsung mendapatkan rekomendasi lowongan kerja yang presisi.

Read More
banner 300x250

“Saat pencari kerja mendaftar AK-1 dan diverifikasi, sistem akan mengirim notifikasi langsung ke aplikasi atau email. Notifikasi itu berisi daftar perusahaan dan jenis pekerjaan yang cocok dengan kompetensi, lengkap dengan rincian gaji serta benefit yang ditawarkan,” terang Yuyum, Rabu (7/10/2026).

Sistem auto-matching ini bekerja dua arah. Perusahaan penerima kerja dapat langsung melihat persentase kesesuaian (match rate) kualifikasi kandidat yang melamar, mulai dari 90 hingga 100 persen. Jika perusahaan tidak merespons lamaran tersebut, Disnaker Samarinda dapat memantau dan mengevaluasi kendala yang terjadi melalui dashboard data.

Yuyum menambahkan, pengembangan Si Jempol Naker merupakan arahan langsung dari Wali Kota Samarinda agar Disnaker tidak sekadar pasif menunggu informasi lowongan, melainkan aktif menghimpun data kompetensi warga serta proyeksi kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan untuk tahun-tahun mendatang.

“Keinginan Pak Wali, kita harus punya data terintegrasi. Berapa warga yang sudah ikut pelatihan kelistrikan atau keahlian lain, lalu kita connect-kan dengan kebutuhan perusahaan. Kita juga sedang menghimpun data perusahaan per kecamatan, termasuk target penerimaan tenaga kerja mereka untuk tahun depan,” jelasnya.

Untuk menjamin keamanan dan kesetaraan hak pekerja, seluruh lowongan kerja lokal yang dikelola Disnaker Samarinda dikurasi secara ketat melalui portal tepian.samarindakota.go.id.
“Perusahaan yang memasang lowongan di portal resmi kita akan diverifikasi kelengkapan izinnya, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, serta kepastian gaji yang harus sesuai dengan Upah Minimum Kota (UMK) bagi perusahaan menengah dan besar. Ini penting agar hak-hak tenaga kerja di Samarinda terlindungi,” tegas Yuyum.

Selain penguatan sistem digital, Disnaker Samarinda juga mendorong penguatan Bursa Kerja Khusus (BKK) di tingkat SMK dan Perguruan Tinggi, termasuk pelaksanaan job fair secara berkala guna menyerap lulusan lokal agar langsung terserap di dunia usaha dan dunia industri.(dev)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *