SAMARINDA, LINGKARKALTIM: Efisiensi anggaran pemerintah daerah dan pusat mulai memukul bisnis perhotelan serta restoran di Kota Samarinda. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengungkapkan tren tingkat hunian (okupansi) kamar hotel di Ibu Kota Kaltim sepanjang tahun ini cenderung menurun drastis seiring dibatasinya belanja kegiatan dinas di luar instansi.
Hal itu ditegaskan Andi Harun usai menghadiri Pelantikan Pengurus Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Samarinda Periode 2026 – 2031 di Hotel Five Premier Samarinda, Rabu (7/10/2026).
“Kecenderungan tahun ini okupansi itu menurun. Kalau daerah-daerah kota jasa, untuk tahun ini cenderung trennya turun. Angka PAD kita hari ini dari sektor ini berada di Rp166,9 miliar, sementara tahun lalu tembus Rp205,9 miliar. Kita masih punya waktu tiga bulan, mudah-mudahan penurunannya tidak terlalu jauh dibanding keadaan ekonomi kita yang sedang mengalami efisiensi besar,” ujar Andi Harun.
Kendati demikian, Andi Harun menekankan bahwa kontribusi PHRI sangat vital, baik dalam menyerap tenaga kerja, menggerakkan UMKM lokal, hingga mempercantik citra kota. Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Samarinda berjanji memperpermudah iklim investasi perhotelan.
“Apa yang kita bisa berikan? Pokoknya beri kemudahan perizinannya, bantu jika mengalami kendala soal SLF (Sertifikat Laik Fungsi) atau PBG (Persetujuan Bangunan Gedung). Tinggal kita dukung bersama Kamtibmasnya supaya orang betah datang ke Samarinda,” tegasnya.
Menanggapi pengetatan anggaran fiskal pemerintah, Ketua BPC PHRI Samarinda, Leny Marlina, meminta para pemilik hotel dan restoran tidak lagi bersikap ‘manja’ atau menggantungkan nasib bisnisnya pada acara-acara seremonial pemerintah.
“Belanja pemerintah sekarang ini sangat dibatasi dan diprioritaskan untuk hal utama, bukan kegiatan di luar instansi. Saya menyerukan kepada seluruh anggota PHRI Samarinda, jangan terlalu ketergantungan kegiatan dengan pemerintah. Coba kita saling berkolaborasi membangun inovasi,” imbau Leny Marlina.
Leny mendorong pengusaha jasa akomodasi di Samarinda untuk aktif menggarap pasar swasta serta menggelar atraksi maupun event komersial secara mandiri guna menarik wisatawan luar daerah.
“Bikin kegiatan atau event secara mandiri untuk mendatangkan pengunjung ke Samarinda. Kalau kegiatan itu jalan, otomatis dampaknya bukan cuma ke penyedia jasa akomodasi, tapi seluruh industri perekonomian kita juga ikut bangkit,” pungkasnya. (dev)










