BERAU, LINGKARKALTIM: Sebagai upaya dalam mendukung pemantauan kualitas udara, Pemkab Berau menyiapkan pengadaan Air Quality Monitoring System (AQMS) portabel yang dapat dibawa ke berbagai lokasi dan memberikan data kualitas udara secara real time. Mengingat kabut asap yang dalam sepekan terakhir, menunjukkan perubahan cukup signifikan.
Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, setidaknya satu unit AQMS portabel dibutuhkan untuk mendukung pemantauan kondisi udara di wilayah Berau.
“Semoga tidak ada kendala kami berharap sekitar dua minggu ke depan alat itu sudah ada. Karena sifatnya portable, lebih mudah dibawa ke mana-mana, lebih real time, dan parameternya juga lebih akurat,” ujar Gamalis , baru-baru ini.
Menurut Gamalis, perangkat tersebut dibutuhkan agar Pemkab Berau dapat memperoleh gambaran kondisi udara secara lebih cepat, terutama ketika kualitas udara berbeda antara satu lokasi dan lokasi lainnya.
Dengan sifatnya yang portabel, alat tersebut nantinya dapat dipindahkan ke sejumlah titik sesuai kebutuhan pemantauan. Data yang diperoleh diharapkan memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi kualitas udara di Berau.
Pemkab Berau juga berharap AQMS tersebut dapat terhubung dengan sistem pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup. Dengan begitu, data dari daerah dapat dipantau secara lebih baik dan menjadi bagian dari sistem pemantauan kualitas udara yang lebih luas.
“Sambil menunggu pengadaan alat, Pemkab Berau bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan pengukuran kualitas udara di luar ruangan. Pengukuran dilakukan selama 24 jam dengan memantau partikulat PM2.5 dan PM10. Kedua parameter tersebut akan menjadi bagian dari data yang dianalisis untuk mengetahui kondisi kualitas udara secara lebih detail,”terangnya
Hasil pengukuran nantinya menjadi bahan bagi Pemkab Berau untuk melihat kondisi kualitas udara di lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan selanjutnya. Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi kabut asap yang dinilai mengalami perubahan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir. Pemkab Berau ingin memastikan kebijakan yang diambil memiliki dasar data yang berasal dari kondisi udara di lapangan.
“Kita tunggu hasil pengukurannya. Dari situ kita bisa melihat seperti apa kondisi kualitas udara kita dan bagaimana dampaknya terhadap aktivitas masyarakat,” terang Gamalis. (riel)










