KUKAR, LINGKARKALTIM: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar akan memetakan zona kondisi kabut asap. Hal itu untuk memastikan proses pembelajaran pada satuan pendidikan.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah mengatakan, mengingat kabut asap di sejumlah wilayah makin tebal, maka akan ditetapkan zona per kecamatan untuk memastikan metode pembelajaran yang akan diterapkan pada satuan pendidikan.
“Supaya tidak ada perbedaan, kita akan lakukan penetapan zona per kecamatan. Karena sejauh ini ada sekolah yang melaksanakan tatap muka dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” kata Heriansyah pada Lingkarkaltim, di lapangan Sepak Bola Loa Kulu, belum lama ini.
Menurutnya, Kecamatan yang parah itu yang berdekatan dengan lokasi sumber api baik itu di Kecamatan Kota Bangun, Tenggarong dan lainnya.
“Di Tenggarong kondisinya sudah pekat asap dan dilakukan PJJ. Tapi masih ada beberapa sekolah di Kukar yang menerapkan tatap muka,” ucapnya.
Dalam hal ini, pihaknya meminta kepada Koordinator Wilayah (Korwil) untuk melakukan koordinasi dengan Kepala Satuan Pendidikan, untuk melakukan pemantauan indeks pencemaran udara.
“Ini bagian dari evaluasi pemerintah daerah terhadap proses pembelajaran ditengah kondisi kabut asap,” ujarnya.
Sementara itu Kepala SDN 021 Tenggarong Rusdiana menjelaskan, proses pembelajaran saat ini masih dilakukan tatap muka, dengan catatan anak-anak wajib menggunakan masker.
“Jika kondisi kabut asap makin buruk, tak menutup kemungkinan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) akan diterapkan,” jelas Rusdiana. (Riz)










