Taufik Ridiannur Dorong Sebelimbingan Cup Jadi Ajang Pembinaan Pemain Lokal

Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Taufik Ridiannur (Dok. Taufik Ridiannur)
Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Taufik Ridiannur (Dok. Taufik Ridiannur)
banner 468x60

KUKAR, LINGKARKALTIM: Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Taufik Ridiannur, mendorong turnamen sepak bola Sebelimbingan Cup 2026 menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bakat pesepak bola lokal di tingkat desa dan kecamatan.

Turnamen yang dijadwalkan dibuka pada 25 Oktober 2026 itu diharapkan mampu meningkatkan semangat pemain daerah untuk berlatih dan berkompetisi. Selain itu, kegiatan tersebut juga ditargetkan memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lapangan.

Read More
banner 300x250

Taufik menjelaskan, penyelenggaraan Sebelimbingan Cup mendapat dukungan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD yang disalurkan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar. Turnamen ini menjadi bagian dari upaya mendorong perkembangan sepak bola di wilayah pedesaan.

Menurutnya, kompetisi sepak bola sangat penting untuk memberikan kesempatan kepada pemain muda di desa dan kecamatan agar menunjukkan kemampuan mereka. Dengan adanya turnamen, para pemain juga memiliki motivasi lebih untuk rutin berlatih karena tersedia wadah untuk mengukur kemampuan.

“Tujuan utamanya agar talenta-talenta muda di kampung dan kecamatan bisa terlihat potensinya. Kalau tidak ada turnamen, semangat berlatih bisa berkurang karena tidak ada kompetisi,” ujarnya Kamis (15/10/2026).

Berbeda dengan turnamen sebelumnya di Muara Wis yang memberikan kesempatan lebih luas, Sebelimbingan Cup kali ini akan menerapkan pembatasan jumlah klub peserta. Panitia memperkirakan sekitar 45 hingga 46 klub akan berpartisipasi, dengan durasi pertandingan sekitar 22 hingga 23 hari.

Taufik juga berharap kehadiran tim-tim kuat dari luar Dapil VI dapat menjadi motivasi bagi pemain lokal untuk meningkatkan kualitas permainan. Dengan menyaksikan dan menghadapi pemain yang lebih berpengalaman, pesepak bola daerah diharapkan semakin terpacu mengembangkan kemampuan mereka.

Selain pembinaan olahraga, turnamen tersebut juga diharapkan membantu menggerakkan perekonomian masyarakat. Taufik menilai, kondisi ekonomi yang menantang serta penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) turut berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, kegiatan olahraga yang melibatkan banyak peserta dan penonton dinilai dapat membuka peluang pendapatan bagi warga, terutama pedagang yang berjualan di sekitar lapangan sepak bola.

“Dengan adanya turnamen ini, keluarga-keluarga yang berjualan di sekitar lapangan bisa terbantu. Jadi, manfaatnya bukan hanya untuk olahraga, tetapi juga ekonomi masyarakat,” katanya.

Taufik memastikan turnamen serupa akan kembali digelar pada 2027. Namun, lokasi penyelenggaraan di luar Muara Wis masih akan ditentukan dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing kecamatan.

Ia menyebut turnamen di Muara Wis telah beberapa kali dilaksanakan dan mendapat respons positif dari masyarakat. Bahkan, sejumlah pihak dari desa dan kecamatan lain turut berharap kegiatan serupa dapat digelar di wilayah mereka.

Sementara itu, Camat Kota Bangun, Abdul Karim, mengapresiasi pemerintah desa dan panitia yang telah menggagas penyelenggaraan Sebelimbingan Cup 2026.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung kegiatan tersebut melalui aspirasi DPRD yang disalurkan lewat Dispora Kukar.

Abdul Karim berharap turnamen antarklub desa itu dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan keterlibatan pemain lokal. Menurutnya, kompetisi tidak seharusnya hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet di wilayah setempat.

“Harapannya, liga desa ini betul-betul membina pesepak bola lokal. Jangan sampai klub justru mendatangkan satu tim penuh dari luar sehingga pemain-pemain lokal hanya menjadi penonton,” tegasnya.

Ia memahami bahwa kehadiran pemain dari luar daerah dapat membantu memperkuat tim. Namun, setiap klub yang mewakili desa diharapkan tetap memberikan ruang bagi pemain asal wilayahnya sendiri.

Pemain dari luar, lanjutnya, sebaiknya menjadi pendukung peningkatan kualitas tim sekaligus memberikan pengalaman berkompetisi bagi atlet lokal.

Abdul Karim mencontohkan, klub yang mewakili Desa Sebelimbingan semestinya tetap diperkuat pemain dari desa tersebut. Prinsip yang sama juga perlu diterapkan oleh klub-klub lain yang mewakili desa di Kecamatan Kota Bangun.

“Yang diutamakan tetap pemain lokal. Harapannya, atlet-atlet di desa tidak hanya menonton, tetapi ikut bermain dan mengembangkan kemampuannya,” pungkasnya. (Ahk)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *