SAMARINDA, LINGKARKALTIM: Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta cuaca ekstrem musim kemarau berdampak signifikan terhadap kondisi kesehatan masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mencatat adanya tren kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta penyakit musiman lainnya di berbagai wilayah kabupaten dan kota.
Berdasarkan data resmi Laporan Khusus Karhutla Dinkes Kaltim periode 27 Juli hingga 15 September 2026, akumulasi kasus ISPA di Kaltim telah menembus angka 13.000 kasus.
Ancaman gangguan pernapasan ini diperparah oleh kondisi kualitas udara yang masih berstatus tidak sehat. Pada Kamis (15/10/2026), Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Samarinda tercatat menyentuh angka 63,7 yang masuk dalam kategori tidak sehat bagi masyarakat.
Kepala Dinkes Kaltim, Muhammad Andi Ishak, membenarkan adanya korelasi langsung antara penurunan kualitas udara akibat kabut asap dengan peningkatan angka penderita gangguan pernapasan, seperti ISPA dan Pneumonia.
“Memang ada peningkatan, artinya bahwa memang ada pengaruh dari asap ini terhadap ISPA maupun Pneumonia, dua itu,” ujar Andi Ishak, Rabu (14/10/2026).
Selain dampak kabut asap yang mengganggu sistem pernapasan, Andi Ishak mengungkapkan fenomena musim kemarau panjang turut membawa ancaman penyakit lain yang perlu diwaspadai secara simultan oleh masyarakat.
Ia menyebutkan dinamika cuaca ekstrem saat ini berpotensi memicu lonjakan kasus penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan Demam Berdarah Dengue (DBD).
“Nah terkait dengan dua kondisi ini, selain karena asap, juga karena kemarau. Kalau kemarau itu larinya ke diare dan DBD. Nah itu juga ada peningkatan, meskipun tidak signifikan peningkatannya,” kata Andi Ishak.
Merespons kondisi tersebut, Dinkes Kaltim memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, khususnya Puskesmas di kabupaten/kota, telah disiagakan baik dari segi tenaga medis, sarana prasarana, hingga ketersediaan logistik obat-obatan.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menjaga kebersihan lingkungan, menampung air secara higienis untuk mencegah jentik nyamuk, serta mengenakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan. (dev)










